Mengapa possesif ?
Saya menulis ini atas dasar yang terjadi dengan teman saya dan pasanganya yang akhir akhir ini sedang tidak nyaman dalam berhubungan lantaran salah satu dari mereka possesif . saya menulis ini juga bukan ingin sok menceramahi atau sok bijak untukmendinginkan mereka, saya hanya ingin sedikit berbagi cerita saja.
Apa sih possesif ? apa sih penyebabnya ? mendengar namanya saja seperti sudah tidak nyaman . possesif adalah rasa ingin memiliki secara berlebihan kepada pasangan kita tetapi dengan salah arti. Hal ini yang justru memicu kebencian terhadap pasangan.
Dalam dunia percintaan mungkin saat ini saya hampirmenikmati asam garamnya, berhubungan kurang lebih 4 tahun dengan mantan pacar saya, ending dari hubungan ini pun lantaran salah satu dari kita possesif.
Pertengkaran atau perselisihan adalah sebuah bumbu dalam hubungan , tapi logikanya masakan kalau kebanyakan bumbu juga jadi tidak enak.
Rasa saling tidak percaya, saling curiga seakan akan sudah menjadi tabu dalam hubungan kami dulu. Mungkin juga perasaan takut kehilangan yang begitu besar yang menyebabkan saya cenderung ingin melakukan segala cara untuk mempertahankan hubungan itu.
Lantas apakah saya akan di katakan sebagai pahlawan ?tidak, karena dengan hal ini membuat dia merasa di kekang.
Sebagian orang beranggapan ketika kita sedang menjalin hubungan (pacaran) dengan seseorang, mereka sudah menguasai pasangan kita sepenuhnya. Padahal setiap individu juga masih punya kehidupan lain selagi hubungan itu masih sebatas hubungan yang belum resmi.
Setiap melakukan sesuatu atau pergi dengan teman – teman kita harus laporan dan waktu nya juga di batasin , ini pacaran apa Lapas(lembaga permasyaraktan).
Tapikan itu tandanya perhatian ? ya emang perhatian, tapi kita juga masih punya kehidupan masing – masing gak semua hal harus di atur sama pasangan.
Perasaan sakit hati atau pernah di khianati dari pasangan sebelumnya mungkin juga bisa jadi penyebab kita possesif. Merasa tidak ingin dikhianati lagi , tidak mau lagi memiliki nasib serupa, akhirnya mereka berperilaku possesif. Tapi buat saya Orang - orang yang seperti ini, orang yang belum sepenuhnya move on. Mereka beranggapan move on itu ya punya pacar baru, tetapi move on bukan perkara punya pacar baru, tetapi tentang hati baru untuk seseorang yang baru.
Kehilangan sosok figur dalam hidup atau kedua orang tua yang bercerai memang memberi dampak psikolog seseorang sehingga menjadi possesif. Ketika saya berhubungan dengan dia dan merasa dialah sosok figur yang saya inginkan, hal yang terjadi malah saya menjadi pribadi yang begitu possesif, mungkin itu sebagai proteksi untuk tidak kehilangan dia.
Buat kalian yang merasa possesif dengan pasanganya, ada baiknya bergaulah dengan orang sejarah. Kalian akan sadar ketika tau perjuangan cinta roro mendhut dan ponocitro yang di pisahkan oleh penguasa tumenggung wiroguno jauh lebih sadis, ada juga minakjingga yang hancur berkeping keping .hatinya karena kencanawungu lebih memilih damarwulan sampai wujudnya berubah cacat. Belum lagi kisah Cleopatra di mesir, Helen dari Sparta dan seabrek hal sadis lainya di masa lampau. Kisah cinta kita tuh hanya sepersejuta upil dibanding mereka, jadi tidak usah sok dramatis dengan hal – hal possesif yang menyebabkan tidak harmonisnya hubungan.
Saat ini saya benar benar sadar possesif = broken distance, Alm Megy Z berpesan : lebihbaik kau bunuh aku dengan pedangmu, dari pada kau bunuh aku dengan sikap possesifmu. Heuhuehu
RIKO HIDAYAT
Saya menulis ini atas dasar yang terjadi dengan teman saya dan pasanganya yang akhir akhir ini sedang tidak nyaman dalam berhubungan lantaran salah satu dari mereka possesif . saya menulis ini juga bukan ingin sok menceramahi atau sok bijak untukmendinginkan mereka, saya hanya ingin sedikit berbagi cerita saja.
Apa sih possesif ? apa sih penyebabnya ? mendengar namanya saja seperti sudah tidak nyaman . possesif adalah rasa ingin memiliki secara berlebihan kepada pasangan kita tetapi dengan salah arti. Hal ini yang justru memicu kebencian terhadap pasangan.
Dalam dunia percintaan mungkin saat ini saya hampirmenikmati asam garamnya, berhubungan kurang lebih 4 tahun dengan mantan pacar saya, ending dari hubungan ini pun lantaran salah satu dari kita possesif.
Pertengkaran atau perselisihan adalah sebuah bumbu dalam hubungan , tapi logikanya masakan kalau kebanyakan bumbu juga jadi tidak enak.
Rasa saling tidak percaya, saling curiga seakan akan sudah menjadi tabu dalam hubungan kami dulu. Mungkin juga perasaan takut kehilangan yang begitu besar yang menyebabkan saya cenderung ingin melakukan segala cara untuk mempertahankan hubungan itu.
Lantas apakah saya akan di katakan sebagai pahlawan ?tidak, karena dengan hal ini membuat dia merasa di kekang.
Sebagian orang beranggapan ketika kita sedang menjalin hubungan (pacaran) dengan seseorang, mereka sudah menguasai pasangan kita sepenuhnya. Padahal setiap individu juga masih punya kehidupan lain selagi hubungan itu masih sebatas hubungan yang belum resmi.
Setiap melakukan sesuatu atau pergi dengan teman – teman kita harus laporan dan waktu nya juga di batasin , ini pacaran apa Lapas(lembaga permasyaraktan).
Tapikan itu tandanya perhatian ? ya emang perhatian, tapi kita juga masih punya kehidupan masing – masing gak semua hal harus di atur sama pasangan.
Perasaan sakit hati atau pernah di khianati dari pasangan sebelumnya mungkin juga bisa jadi penyebab kita possesif. Merasa tidak ingin dikhianati lagi , tidak mau lagi memiliki nasib serupa, akhirnya mereka berperilaku possesif. Tapi buat saya Orang - orang yang seperti ini, orang yang belum sepenuhnya move on. Mereka beranggapan move on itu ya punya pacar baru, tetapi move on bukan perkara punya pacar baru, tetapi tentang hati baru untuk seseorang yang baru.
Kehilangan sosok figur dalam hidup atau kedua orang tua yang bercerai memang memberi dampak psikolog seseorang sehingga menjadi possesif. Ketika saya berhubungan dengan dia dan merasa dialah sosok figur yang saya inginkan, hal yang terjadi malah saya menjadi pribadi yang begitu possesif, mungkin itu sebagai proteksi untuk tidak kehilangan dia.
Buat kalian yang merasa possesif dengan pasanganya, ada baiknya bergaulah dengan orang sejarah. Kalian akan sadar ketika tau perjuangan cinta roro mendhut dan ponocitro yang di pisahkan oleh penguasa tumenggung wiroguno jauh lebih sadis, ada juga minakjingga yang hancur berkeping keping .hatinya karena kencanawungu lebih memilih damarwulan sampai wujudnya berubah cacat. Belum lagi kisah Cleopatra di mesir, Helen dari Sparta dan seabrek hal sadis lainya di masa lampau. Kisah cinta kita tuh hanya sepersejuta upil dibanding mereka, jadi tidak usah sok dramatis dengan hal – hal possesif yang menyebabkan tidak harmonisnya hubungan.
Saat ini saya benar benar sadar possesif = broken distance, Alm Megy Z berpesan : lebihbaik kau bunuh aku dengan pedangmu, dari pada kau bunuh aku dengan sikap possesifmu. Heuhuehu
RIKO HIDAYAT
0 comments:
Post a Comment