Tuesday, December 24, 2019

UCAPAN SELAMAT NATAL




Setiap menjelang 25 Desember selalu muncul perdebatan-perdebatan sengit tentang hukum mengucapkan selamat natal? Ternyata hal ini seperti musim yang selalu ada dari tahun ke tahun. Mungkin musim di Indonesia ada tiga: musim kemarau, musim hujan, musim ributin ucapan selamat natal. Padahal, jika dilihat dari segi pengucapannya, selamat natal adalah hal yang sangat mudah dilakukan. Anda hanya perlu menjabat tangan kerabat yang beragama nasrani, lantas mengucapkan “Selamat natal, Bro!” sambil tersenyum agar manis sedikit.

Namun, setelah perdebatan sengit di dunia maya, hal itu jadi terasa berat sekali. Tidak lebih mudah daripada kisah percintaan para jomblo. Dalil-dalil dimunculkan. Sialnya, omong kosong  tulisan dari kubu yang pro mengucapkan selamat natal dan kubu yang tidak mengizinkan ucapan selamat natal sama-sama punya kekuatan untuk membius pembacanya masing-masing. Sehingga jika kita hanya membaca salah satu darinya saja, kita pasti akan cepat-cepat menganggukkan kepala. Jika membaca keduanya? Jadi pusing kepala saya.

Saya sendiri bersepakat untuk mengucapkan selamat natal. Bukan karena tulisan-tulisan keren dari penulis lepas di situs terkenal, yang banyak memasukkan hadits, cerita, atau fakta-fakta terbaru mengenai toleransi beragama di Palestina. Melainkan dari salah satu kutipan yang saya baca di buku Teror atas Nama Tuhan karya Mark Juergensmeyer. Begini bunyinya: “Islam tidak dapat menggunakan kekerasan untuk cinta, ampunan, dan toleransi. Kecuali tanah kita diserang.” Di buku itu disebutkan bahwa kalimat tadi berasal dari Syekh Omar Abdul Rahman.

Kadang, saya berpikir lebih baik agama jadi hal yang paling intim dan sakral pada kita. Ia tak perlu dibesar-besarkan. Biarkan kita mengimani kepercayaan masing-masing tanpa harus takut dengan omongan orang lain. Karena barangkali mereka yang paling sibuk mengurusi agama lain, bisa jadi adalah orang yang paling ragu dengan agama yang ia anut.

Kembali ke ucapan selamat natal. Meski saya akan mengucapkannya kepada teman-teman nasrani, tapi saya tetap punya beberapa kondisi di mana saya tak ingin melakukannya. Sebaiknya Anda pun tidak usah melakukannya, sebab jelas haram hukumnya. Kondisi seperti apa?

Pertama, saat idul Fitri. Saya tidak akan mengucapkan selamat natal ketika idul fitri. Karena tentu selain waktunya kurang pas, tidak menyenangkan juga ketika khatib salat ied turun dari mimbar langsung kita salamin, terus bilang “Met natal, Ustadz”

Kedua, belum natalan. Saya tidak akan mengucapkan selamat natal ketika belum natalan. Misalkan natal pada tanggal 25 Desember, saya tidak akan mengucapkan selamat natal pada 25 Maret. Karena momennya tidak tepat. Juga untuk menghindari tuduhan bahwa saya tak punya kalender di rumah.

Ketiga, kepada teman-teman yang bukan nasrani. Saya tidak akan mengucapkan selamat natal kepada teman-teman yang bukan nasrani karena tentu agama mereka punya hari rayanya sendiri.
Demikian tiga kondisi yang bagi saya sangat tidak tepat untuk mengucapkan selamat natal.

Terakhir, jauhilah perdebatan mengenai hal-hal pribadi seperti agama. Karena selain tidak menguntungkan, hal itu juga belum pasti bisa membuat Anda masuk surga. Saya sendiri kurang suka berdebat soal agama, karena ngaji pun saya masih nyendat-nyendat.

Wednesday, December 18, 2019

TERIMAKASIH ETIMES


23 September 2017 saya resmi mendaftar sebagai seorang wartawan di Etimes. Berbekal hobi menulis di blog, saya memberanikan diri untuk memulai sebuah petualangan baru dalam karya literasi, hingga ditahun berikutnya bisa dipercaya menjadi pemimpin organisasi ini. Saya Bertemu dengan banyak orang yang memberikan sebuah pelajaran, membuka sebuah wawasan tentang dunia yang sebelumnya tidak pernah saya temui, memantapkan sebuah mimpi tentang karya literasi, mendapatkan sebuah jati diri dari yang selama ini saya cari, hingga bisa bertemu dengan pujaan hati.

Hari ini pengabdian itu saya akhiri, masa saya telah berhenti di organisasi ini karena tongkat estafet itu telah berganti. Sebuah pencapain yang tidak sebentar untuk menghidupkan dan memberi nyawa di etimes. Sulit untuk menerima kenyataan bahwa saya akan berpisah dengan organisasi yang membuat saya tumbuh. Tapi saya percaya masa depan akan jauh lebih baik dan menjanjikan perubahan yang besar di etimes.  Sebuah gelombang, air mata, dan perpisahan tidak akan pernah lekang oleh zaman. Saya akan sealu ingat hari dimana saya memulai dan mengakhiri. Etimes akan tetap menjadi bagian dalam hidup saya.

Dalam perjalanan apapun tidak ada manusia yang bisa telepas dari sebuah konflik. Apapun konflik itu saya rasa akan menjadi sebuah pelajaran berharga dalam hidup ini. Saya di perkaya etimes untuk belajar mengambil sebuah keputusan tegas, menengahi orang yang sedang tidak baik-baik, lalu berupaya untuk memberikan solusi  agar tidak ada pribadi yang saling membenci.




Ketika organisasi ini bangun kembali dari tidur panjangnya kita berusaha untuk bisa memberikan kepercayaan kepada publik bahwa mahasiswa karyawan masih ada dan tetap bisa bersuara dalam sibuk dan lelahnya bekerja. Kita tidak apatis terhadap sesuatu perubahan, kita bisa memberikan sebuah tamparan kepada pihak – pihak yang mengecap bahwa mahasiswa karyawan minim karya. Kita dianggap hanya sebelah mata, dan hanya dijadikan sebagai objek ekonomi dari sebuah lembaga.

Kini etimes akan memasukin masa emasnya, etimes akan berkelanjutan dengan tata kelola yang baik, filosofi budaya dan konsistensi menyuarakan kebenaran dan mengembangkan bakat. Saya percaya untuk menyukseskan sebuah organisasi perlu adanya pengembangan system dan budaya organisasi yang kuat. Hari ini kita patut berbangga bahwa generasi etimes sekarang berjalan dengan semangat itu. Saya tentunya  selalu ingin penerus saya melampaui apa yang saya peroleh, jadi hal yang bertanggung jawab untuk saya dan organisasi harus lakukan adalah membiarkan orang yang lebih muda, orang-orang yang lebih berbakat mengambil alih peran kepemimpinan sehingga mereka mewarisi misi kami.

Etimes luarbiasa bukan karena pencapaian semata, tetapi tentang semangat persaudaraan yang tetep kokoh dan hangat. Terimakasih saya ucapkan kepada Pembina etimes Bpk. Dani Vardiansyah, terimakasih atas masukan dan ilmu yang bapak berikan. Kepada teman – teman seperjuangan di periode pertama dan kedua. Walaupun kita banyak terlibat perbedaan pendapat, yakinlah itu tidak akan membuat kebencian secara personal. Terimaksih banyak telah berjibaku bersama membuat etimes kembali berkembang. Teruntuk orang – orang terdekatku, Anisa. Saya bertemu dengan kamu disini, sangat menyenangkan bisa berjumpa didunia yang pada akhirnya kita kembangkan bersama. Kamu adalah orang pertama yang selalu mendukung saya saat memimpin etimes, sekarang izinkan saya untuk bertukar peran menjadi pendukung setiamu memimpin etimes. Saya percaya kamu lebih besar dari saya.

Terimakasih Etimes, saya pamit.

Monday, November 18, 2019

BUDAK CORPORATE


Kalau dipikir – pikir banyak yang ingin saya lakukan didunia ini. belajar membatik, belajar jadi dalang wayang, belajar memasak steak, menjadi seorang foodblogger. Saya juga ingin membuka online shop, menjadi seorang pengusaha makanan olahan ayam geprek, menjadi aktivis lingkungan, ingin terbebas dari system  kerja nine to five yang membosankan, tinggal di pedesaan bercocok tanam, berternak kambing dan ayam. Dan tentu saja ingin terbang ke eropa melihat lubang bumi di Portugal.

Kenyataanya usia saya sudah hampir 25 tahun, dan lokasi terjauh yang pernah saya kunjungi hanyalah ujung timur dan barat pulau jawa. Belajar membatik, dalang, memasak? lupakan saja. Satu satunya keahlian saya hanyalah menggambar gambar bangunan. Jauh dari cita cita saya menjadi seorang penulis yang kemudian bukunya diterbitkan dan best seller. Yang ada selalu mendapat makian klien jika design bangunannya tidak sesuai dengan budget mereka.

Boro – boro menjadi foodblooger atau bertani di desa. Saya terjebak di kubikel yang sempit dari pukul 9-5 sesuai kontrak kerja yang bisa diperpanjang dengan sangat fleksibel. Dengan gaji yang saya terima setiap bulanya harusnya saya bisa menyisihkan sedikit untuk pergi berlibur ke luar negeri. Sayangnya saya tak punya waktu untuk itu. Gaji ditransfer setiap bulan, tapi saya tak bisa membeli waktu untuk mendapatkan hiburan yang layak selain pergi ke tempat jamu minum anggur merah pulang pagi sampai teller.

Jangankan liburan, ada masa dimana saya lupa definisi akhir pekan. Menjadi seorang pekerja yang dituntun dengan deadline sudah menjadi hal yang lumrah. Adakalanya kita merasa tak sadar bahwa  fajar senin telah tiba.

Sekarang sudah saatnya saya pergi untuk mengejar apa yang saya inginkan. Tidak lagi menjadi budak corporate, kembali belajar menulis mengejar impian menerbitkan satu buku sebelum menikah. Keliling Indonesia mencari olahan ayam geprek yang paling enak. Menikmati indahnya tempat wisata bersama orang tersayang. Oh indahnyaaaa, sampai pada akhirnya saya lupa kalau ini hanyalah bayangan semu semata.

Baiklah mari kita bekerja kembali, duduk didepan computer di kubikel sempit. Hidup budak corporate.
MRH.

Wednesday, August 7, 2019

E-TIMES CULTURE FESTIVAL 2019


Lomba Seni tari dan menyanyi daerah Siswa SMA/SMK se derajat Jakarta – Tangerang.

Masih belum hilang dari ingatan kita, bahwasanya seni budaya Bangsa Indonesia pernah diklaim oleh negara tetangga, sebut saja tarian Bali, Reog Ponorogo, kerajinan batik, lagu Rasa Sayang-e dan angklung. Tentu saja hal ini membuat rakyat Indonesia resah, geram dan marah. Namun demikian terdapat hikmah dibalik kejadian tersebut, yaitu Bangsa Indonesia mau mengintrospeksi diri untuk memberikan perhatian lebih pada seni budaya bangsa. Hal tersebut juga menyadarkan kita bahwa seni budaya Bangsa Indonesia adalah kekayaan yang tak ternilai harganya dan harus kita lestarikan.

Dalam upaya untuk melestarikan seni budaya bangsa, beberapa langkah telah diambil oleh pemerintah Indonesia. Upaya tersebut misalnya mematenkan seni budaya asli Indonesia melalui pengakuan world heritage dari Unesco. Pemerintah juga mendorong agar penggunaan busana khas daerah terus ditingkatkan baik melalui program kebijakan maupun penetapan peraturan. Upaya Pemerintah yang tertuang dalam peraturan, yaitu mewajibkan penggunaan busana khas daerah bagi PNS. Pemerintah Daerah juga merespon upaya dari pemerintah pusat dengan menambah hari kerja untuk wajib menggunakan busana khas daerah. Kebijakan ini dapat meningkatkan taraf hidup para pengrajin busana khas daerah sehingga usaha dibidang ini menjadi tumbuh subur.

Untuk melestarikan seni budaya Bangsa Indonesia, tidaklah cukup hanya dengan pengakuan dari Unesco ataupun adanya kebijakan Pemerintah. Hal terpenting adalah kesadaran masyarakat Indonesia itu sendiri untuk memberikan apresiasi terhadap seni budaya bangsa. Ruang gerak bagi para pelaku seni budaya pun harus diperluas untuk menjamin mereka terus berkarya. Seni budaya Bangsa Indonesia juga harus dikenalkan sedini mungkin kepada anak-anak muda sebagai pewaris bangsa, sehingga akan tumbuh karakter cinta terhadap seni budaya bangsanya sendiri. Karakter mencintai seni dan budayanya sendiri adalah faktor yang penting untuk menciptakan bangsa yang berbudi luhur dan memiliki budi pekerti dalam tindakan dan pikiran sebagai refleksi dari kepribadiannya. Dengan demikian ciri khas bangsa Indonesia akan terpelihara dan terjaga kelestariannya.

Atas dasar tersebut E-times Pers mahasiswa kelas karyawan bergerak untuk ikut andil melestarikan kebudayaan nusantara dengan menghadirkan Etimes Culture Festival 2019 dalam tema “Bingkai Kebhinekaan Nusantara”. Suguhan menarik bagi anak anak muda yang ingin mengenal budanya nusantara, pasalnya Event ini akan menggiring anak muda Indonesia untuk mendengar dan melihat secara langsung pertunjukkan berbagai seni budaya bangsa. Aktivitas mendengar dan melihat akan membuat anak muda memiliki pengalaman yang menarik untuk menceritakannya kembali dan meniru apa yang mereka saksikan.


Etimes Culture Festival 2019 juga menghadirkan perlombaan seni tari daerah dan menyanyi lagu daerah nusantara tingkat SMA/SMK sederajat Jakarta - Tangerang. Disisi lain kita juga menghadirkan festival kuliner nusantara dan lomba Fotografi tingkat mahasiswa se Jakarta. Tentu saja ini menjadi salah satu awal pergerakan pemuda untuk aktif terlibat dalam pelestarian budaya. Event ini akan diselenggarakan pada 12 Oktober 2019 di Lapangan basket Universitas Esa Unggul Kebon jeruk Jakarta barat.

Jadi buat Adek-adek SMA/SMK sederajat jadikan ini sebagai momentum kalian ikut terlibat melestarikan budaya nusantara. Riko

Note : Untuk pendaftaran lomba bisa isi Fomulir di http://bit.ly/ECFlomba .

Monday, April 29, 2019

SAYA


Saya tidak mewakili siapa-siapa, selain diri saya sendiri. Saya takut naik pesawat terbang, susah tidur malam, tidak menyukai kerumunan manusia, dan saya punya selera yang buruk tentang music tidak ada satu lagu barat yang bisa saya hafal selain lagu ulang tahun. Saya tergolong pelupa yang akut, terutama untuk mengingat barang- barang yang belum ada satu jam saya pegang, nomor telepon, nama jalan, alamat surat elektronik, istilah-istilah, rumus-rumus, termasuk kutipan-kutipan di dalam buku-buku dan kitab-kitab suci. Pengetahuan saya buruk sekali menyangkut otomotif dan komputer. Tapi entah kenapa saya bisa nyangsang di fakultas komputer Universitas Esa Unggul.

Saya suka membaca buku, dan suka menulis. Buku-buku yang saya sukai adalah buku-buku sejarah, termasuk biografi, dan buku-buku ekonomi-politik. Seorang penulis yang baik, menurut saya, adalah seorang pekerja keras dan mau belajar, terutama belajar mengenal dirinya sendiri dan batas-batas kemampuannya. Jika mengerjakan suatu penulisan, saya suka tenggat yang mepet, atau saya terkadang sengaja mencari rasa sakit hati untuk bisa menjadi keresahan dalam hati yang mana itu modal baik untuk menciptakan ide dalam tulisan saya. Di saat seperti itulah, di dalam tekanan waktu dan tanggungjawab, saya merasa menemukan diri saya dan kekuatan-kekuatan yang saya miliki, yang kerap kali tidak saya sadari. Saya penikmat kopi, terutama kopi kapal api sasetan. Saya suka memasak, skill itu saya pelajari saat saya tinggal berdua dengan Bapak saya. Tempat favorit saya adalah kamar saya sendiri. Saya tahan berminggu-minggu berada di dalam kamar, sendirian. Jika sudah seperti itu, paling-paling yang bisa saya kerjakan hanyalah menonton televisi dan film di dalam kamar, atau pergi ke toko buku, berkeliling dari satu rak ke rak yang lain, berbelanja buku sebanyak-banyaknya, capek, lalu pulang.Saya menyukai perjalanan, terutama dengan menggunakan moda transportasi darat . Saya suka naik kereta api . Di dalam hal ini, saya suka kelambatan, saya menikmati perjalanan itu sendiri dan bukan tujuan, peristiwa-peristiwa di sekitar, dan momen-momen yang bergerak lambat. Untuk menjaga kesehatan, saya hanya melakukan dua hal: rajin minum air putih dan rajin berjalan kaki.

Perihal asmara saya tergolong lelaki yang tidak royal dan tidak gonta ganti pasangan. Hampir setiap menjalani hubungan umur hubungan tersebut berjalan lama. Bagi saya kriteria pasangan itu hanya ada dua, yang penting seiman dan satu frekuensi dalam pemikiran maka saya akan dengan mudah mencintai wanita tersebut.

Saya penggemar tontonan sepakbola yang saya nikmati lewat layar kaca. Dan saya punya hubungan emosional yang kuat dengan Timnas Indonesia. Jika Timnas berlaga, perasaan saya berkecamuk. Dan jika Timnas memenangi pertandingan, saya merasa hidup saya luar biasa, sebaliknya jika kalah, saya merasa hidup ini menyedihkan.

Saya percaya kepada pengaruh energi positif, kebaikan manusia dan solidaritas sosial demi masa depan kehidupan yang lebih baik, juga kebalikannya. Saya percaya kepada karma, dan kadang-kadang saya percaya kepada reinkarnasi. Saya suka berkenalan dan bekerjasama dengan orang, terutama yang merasa punya tanggungjawab dan agenda sosial. Saya suka berkenalan dengan orang-orang baru yang berenergi positif, sekaligus saya tidak pernah menyesal untuk meninggalkan orang-orang lama yang saya anggap berenergi negatif dalam hidup saya. Di dalam hidup ini, saya berusaha menjaga sikap optimistis sekalipun saya kerap didera pesimistis.

Sejak kecil sampai sekarang, entah kenapa, saya selalu menyimpan sejenis cita-cita untuk menjadi seorang wartawan yang ikut menyelidiki kasus pembunuhan bayaran.

Friday, June 8, 2018

PERKARA VIDEO CALL


Ponsel saya berdering agak keras, rupanya ada panggilan video call wasap yang masuk dari ibu saya. Saya menerimanya dengan wajah sumringah, sedikit memastikan tampang saya tidak berantakan sebelum berhadapan dengan ibu saya yang di ujung jauh sana. Merapikan tampang agar rapi juga sekaligus menepis anggapan kalau kerjaan saya di Jakarta tidak hanya makan tidur saja.

Kami ngobrol agak lama, ibu bercerita tentang adik saya yang sudah mulai di antar jemput pergi ke tempat kerja sama pacar nya. sesekali adik yang paling kecil saya ngedumel minta di beliin diamond untuk game mobile legend nya.  

Hingga kemudian, setelah satu jam berlalu, panggilan video call kami tiba-tiba berhenti. Ibu lantas mengirimkan pesan text di wasap.

“Mas, maaf, kuota ibu mau habis, gantian mas iko yang nelpon video call, ya?”

Saya langsung diam. Semacam gabungan antara bingung dan sedih. Saya hanya membatin: Ya allah, ini ibu saya dulu kuliah nya dimana yaa ? Lha ini kan video call wasap, yang nelpon sama yang ditelpon kan sama-sama kesedot kuotanya.

Duh Gustiiii, padahal selama ini saya membangga-banggakan ibu saya oleh sebab kecerdasan dan kekritisannya. Ah, tapi ya mau bagaimana lagi, namanya juga ibu sendiri.

MRH

Friday, April 27, 2018

REZEKI ANAK SHOLEH


Sore kemarin Ibu Bos datang ke kantor membawakan nasi kotak untuk beberapa karyawan yang masih lembur.

Saya girang tak terkira , maklum hari ini saya baru makan satu kali pas sarapan di rumah. Perut saya sudah terlalu falseto. Saking girang nya , saya berencana untuk memfoto nasi kotak tersebut dan membagikan nya di instastorry instagram dengan caption “ Rezeki anak sholeh”.

Tapi bajingan wedus alas , hal itu urung terjadi lantaran menu nasi kotak “rezeki anak sholeh” tersebut ternyata babi panggang kecap manis. Muka saya yang tadinya girang seketika berubah menjadi ember pating pekicut.

“ Nggak usah sedih bung, makan babi itu boleh kok, yang nggak boleh itu makan teman, kecuali kalau bung memang mengganggap babi itu teman bung sendiri. lagian siapa tau babi yang bung makan itu babi mualaf ” kata kevin, kawan saya satu kantor yang begitu doyan babi panggang.

Saya sadar , bahwa tidak ada revolusi yang berdiri kokoh di atas kaki kaki yang gemeteran karena lapar, Tapi ya gini juga kali. Duh gusti gini amat ya kantor ku.

Tuesday, April 24, 2018

HARGA DIRI POTONG RAMBUT


Minggu kemarin saya pergi ke Gandaria City nemenin si Supri teman kerja saya beli sepatu. Selama nunggu si supri milih – milih sepatu, saya iseng jalan – jalan di seputaran lt 4 Gandaria City, dan ndilalah saya melihat ada Babershop di sekitar situ.

Karena pikir saya bakalan lama nunggu si Supri , mungkin ada baik nya saya menunggu supri sembari potong rambut, toh rambut dan jenggot saya memang sudah kelihatan gondrong. Masuklah saya di salah satu Babershop.

“silahkan mas ada yang bisa saya bantu ?” tanya mas mas kasir
“saya mau potong rambut”

Di saat potong rambut saya di ajak ngobrol sama tukang cukur yang kebetulan sama asli orang Jawa Tengah. Obrolan kami ringan , saya juga melihat si tukang cukur ini sangat ramah dan telaten serta gerak geriknya juga sangat menyenangkan.

Hingga pada kesempatan dia menanyakan pertanyaan yang membuat saya terhenyak, sebuah pertanyaan yang membuat harga diri saya terkoyak.

“mas sudah tau kan biaya potong rambut disini“

Hati saya agak mencolos , saya merasa sedikit di remehkan. Di kira nya saya ini miskin apa ? , di kira nya saya gak punya duit ?.  apa tampang saya tampang – tampang orang yang biasa potong rambut di asgar dan gak mungkin sekali potong rambut di Babershop ?. begini begini karya saya terpampang di terminal 3 bandara Soekarno Hatta sebagai designer dekorasi kaca nya loh mas.

Akhirnya saya jawab saja mantap. “sudah”.

Saya pun beranjak menuju kasir untuk menyelesaikan pembayaran. Begitu sampai di kasir saya di kasih tau berapa biaya yang harus saya keluarkan.

“total nya 250 ribu mas, 200 ribu biaya potong rambut nya, 50 ribu biaya potong jenggot nya” kata mbak kasir.

Dada saya langsung kaget, seumur umur saya belum pernah potong rambut semahal itu, paling mahal 25 ribu itu juga udah sekalian di pijit. Pada akhir nya saya langsung sadar kalau ternyata saya memang miskin.

Pantas saja tadi tukang cukur nya ngomong begitu.

MRH

Monday, March 26, 2018

SELAMAT ULANG TAHUN IBU


Ibu yang suaranya merdu setiap menidurkan bocah kecil dengan Shalawat Badar ataupun lagu nina bobo.

Ibu yang tidak pernah lelah untuk menuruti kebiasaan anak nya yang selalu minta di suapin saat sarapan

Ibu yang selalu diam-diam datang ke perkemahan, padahal tau itu akan membuat seorang Pramuka Siaga merajuk karena merasa pantang dijenguk mama
.
Ibu yang berteriak murka menyuruh bergegas pulang, saat tau remaja SMP ini masih di lapangan bola padahal adzan Maghrib berkumandang.

Ibu yang selalu ngajarin untuk bolos di hari pertama sekolah atas nama spekulasi biasanya guru-guru masih halal bihalal.

Ibu yang selalu menuggu di ruang tamu hingga ketiduran saat anak nya pulang malam karena kesibukan kuliah dan pekerjaan

Ibu yang selalu menjadi teman curhat saat anaknya bimbang menentukan lelaki atau wanita mana yang sekira nya tepat untuk mendampingi hidup nya

Ibu yang tak mau ketinggalan bergaya saat anak dan teman teman nya mengajak berswafoto

Ibu yang selalu menyajikan menu sarapan dan makan malam ter enak untuk keluarga nya walaupun hanya dari bahan sederhana

Ibu yang ke pasar dari rumah niat nya beli sayur mayur tapi saat pulang yang terbeli adalah gayung , ember , sikat wc sampai kerudung model terbaru ala artis

Ibu yang lagi belajar main instagram yang sekali ngepost foto bisa 5 sampai 10 foto dalam satu waktu

Ibu yang mulai kekinian kemana mana harus bawa charger hape dan colokan

Ibu yang kalau bawa motor matic belok nya ke kanan tapi sen ke kiri dan tetap kekeh gak mau di salahin walapun sudah sering di hujat para netizen 

Ibu yang selalu berusaha keras untuk menghentikan kebiasaan merokok anak nya

Ibu yang meneteskan air mata di sudut stasiun saat melepas anaknya yang baru 17 tahun merantau ke jakarta sementara tangannya melambai terus sampai kereta benar-benar tak terlihat di ujung stasiun.

Selamat ulang tahun Ibu manusia terhebat di seluruh dunia. Kami mencintaimu, walaupun kami tau kau lebih mencintai sinetron India di ANTV dan musik dangdut.


MRH

Tuesday, March 13, 2018

GERAKAN SANGE DI TONG


Tulisan ini Saya tujukan kepada semua teman teman kami , kakak kakak kami , adek adek kami dan semua halayak umum yang sekarang sedang kecanduan game mobile legend, atau yang sering kami namakan jamaah al mobile legendniah.

Tulisan ini lahir atas dasar keresahan kami para anggota khasanah pertongkrongan di negeri ini yang sudah mulai tidak nyaman ketika melihat para anggota khasanah pertongkrongan lain lebih asyik dan nyaman sendiri dengan game mobile legend.

Pergerakan mereka sangat masif dan sistemasif, mereka melakukan ritual ini (ngegame ML) dengan kesadaran penuh tanpa peduli dengan lingkungan sekitar di khasanah pertongkrongan. Terkadang cenderung brutal dan spartan mengobarkan sebuah ikatan pertemanan dan persaudaraan.

Jujur sebagai salah satu korban yang sering di duakan oleh teman gara gara ngegame, saya begitu amat kesal. Ini bukan pertama kali nya saya menjadi korban teman yang keranjingan ngegame. Pada medio 2015-2016 saya begitu tidak dipedulikan , di acuh kan oleh mereka yang begitu asyik dengan game COC. Hingga rasa nya saya merasa seperti kecoa , di pinggirkan dan diasingkan.

Saya merasa bahwa devinisi bermain game sudah berubah total. Bermain game yang sejatinya bisa memberikan treatmen atas kejenuhan dalam beraktifitas, pada akhirnya berubah menjadi sebuah wabah perusak hubungan silaturahmi. Tujuan menulis ini bukan berarti Saya benci dengan game , atau anti dengan mobile legend, saya hanya menyayangkan saja kenapa mereka melakukan kegiatan yang seharus nya bisa di lakukan di rumah tetapi harus di lakukan di tongkrongan. Tongkrongan yang seharusnya menjadi tempat suci untuk kita bisa berbagi cerita , keluh kesah canda tawa sesama teman senasib dan seperjuangan harus di korbankan hingga berakibat menurunnya kualitas sebuah hubungan.

Tapi berdasarkan pengalaman, ngambek dan ngeluh bukanlah solusi. Untuk itu agar tidak adalagi korban korban berjatuhan serta melindungi dan menjaga keutuhan khasanah pertongkrongan saya mengajak semua masyarakat indonesia yang peduli dengan nasib khasanah pertongkrongan untuk bergabung bersama saya dalam membentuk sebuah gerakan mulia yang saya beri nama gerakan “SANGE DI TONG” (Sekumpulan Anti NGEgame DI Tongkrongan).

Gerakan ini di lakukan di setiap tongkrongan apabila para jamaah al mobile legendniah sedang melakukan ritual nya dengan cara
.
1.       Telpon nomer jamaah
Jika kita sedang bermain Mobile legend dan ada panggilan telpon, maka notifikasinya akan muncul ke layar utama. Getaran serta nada deringnya pun akan nyala sebagaimana biasanya, hal ini membuat konsentrasi para jamaah al mobile legendniah pecah dan ketika ia memilih untuk mengangkat telpon, sekembalinya ia ke arena ritual besar kemungkinan heronya sudah mati, nyangsang ke turret musuh dan dibanjiri umpatan dari teman setim. "Dasar Noob AFK.". cara ini cukup efektif untuk menghentikan para jamaah al mobile legendniah berhenti melakukan ritual nya, maka lakukan sebanyak banyak sampai mereka jera.

2.       Matiin wifi
Cara ini berlaku jika para jamaah sedang numpang wifian di rumah atau numpang thetring di hape kalian. Biasa nya dalam melakukan ritual mobile legend sinyal awut awutan aja sangat mengganggu, apalagi kalau WiFi yang dimatiin. Hero yang dipakai para jamaah pasti akan seketika lari-lari di tempat dan bertubi-tubi dikeroyok musuh.

3.       tekan tombol lock atau home
Cara ini cukup terbilang membutuhkan keberanian, karena kita akan langsung mendatangi TKP ritual. Dengan cara menekan tombol lock atau home di pastikan akan keluar dari aplikasi, dan untuk dapat kembali ke area ritual membutuhkan waktu lama.

Mungkin itu beberapa cara yang bisa mengganjal para jamaah al mobile legendniah agar tersandung dalam melakukan ritual nya. jika memang teman teman mempunyai cara juga tolong tulisakan cara tersebut di kolom komentar. Agar cita cita mulia kita dalam melindungi khasanah pertongkrongan bisa terwujud.

Jika memang gerakan ini juga belum efektif, maka kita akan mendesak MUI untuk memberikan fatwa Haram bermain mobile legend, karena bisa merusak silaturahmi.

Kalau perlu, bikin petisi di Change.org untuk developer Mobile Legends. Paksa mereka untuk menambah fitur notifikasi “Jangan Maen pas nongkrong” untuk pemain yang sudah bermain lebih dari 1 jam/harI, membuat versi premium dengan tarif 5 juta/bulan untuk pemain yang bermain di atas 10 jam/bulan, dan mem-block pemain yang di tegur temen tongkrongan nya tapi masih bandel.

Jika masih nggak ngefek juga, kita laporkan Mobile Legends ke Kementerian Informasi dan Informatika. Nanti saya bantu viralkan lewat bom artikel di blog ini seminggu penuh.

Mari kita bersama sama satukan tujuan kita untuk menjadikan khasanah pertongkrongan kembali asyik. Salam Sange di tong.
MRH


Wednesday, February 14, 2018

KAMIS PAGI


“jika memang marahmu adalah hukuman untuk membuatku jera merokok, maka aku akan terima”

Sejak subuh tadi jakarta di guyur hujan lebat yang berakibat merekat nya bantal di muka secara permanent. Hujan di bulan februari ini selalu di kait kait kan dengan perayaan imlek , jujur saya belum mengerti apa korelasi nya. Tapi biarkan saja pasti ada kepercayaan kepercayaan tertentu yang orang percai. Initnya saya ikut senang saat imlek , karena Cuma di hari imlek saya bisa makan jeruk sepuas nya.

Tapi suara rintihan hujan di kamis ini tak semerdu suara rintihan hujan di hari minggu, bukan karena tidak tercium nya bau nasi goreng spesial buatan bude, tapi memang rasanya hari ini saya tidak bisa bersantai santai di rumah, Sebab masih banyak deadline pekerjaan yang harus saya selesaikan di minggu ini.

Segeralah dengan brutal saya angkat badan dari belenggu kenyamanan kasur , bergegas mandi dan bersiap untuk berangkat ke kantor. Tapi memang sepertinya hujan itu ibarat kryptonite. Melemahkan dan memalaskan. Sesekali saya melirik awan hitam yang menggelayut di kejauhan, beberapa kali pula niat saya untuk berangkat ke kantor luntur di bawa angin.  Pikir saya percuma saja saya masuk kerja kalau nanti masuk angin.

Rupanya cuaca mendung tidak menghalangi beberapa orang untuk berpergian dan beraktivitas. Saya berpapasan dengan pak ratno penjual bubur ayam langganan yang terlihat semangat mendorong gerobak nya, tidak ada tampak raut khawatir di wajahnya. Sementara saya masih saja bolak balik melihat intesitas hujan. Cemen ahhh!!. Akhirnya dengan rasa nekad saya memberanikan diri untuk berangkat , walaupun ada hirauan dari bude untuk menunggu sebentar lagi, tapi hirauan itu tak saya anggukan.

Namun sial nya di sekitar jalan raya pedongkelan seberang daan mogot, hujan mulai dengan kasar turun ke bumi. Semangat yang sudah terbakar tiba tiba langsung padam pergi ke arah warkop mas amri yang memang kebetulan dekat.  Sekaligus menegaskan kalau memang hari ini hari kelabu bagi saya.

“ eh kumis, sini mis masuk tar kamu masuk angin” sapa mas amri dengan logat jawanya yang kental. Saya dan mas amri memang sudah kenal lama sejak kami berdua bertemu di komunitas pecinta via vallen (Vianisty). Selain karena kekaguman kami dengan mbak via vallen, komunitas ini juga mempunyai misi yang cukup mulia, yaitu misi untuk mengkoplokan indonesia dari jajahan musik barat.

“ Mas indocafe satu ya mas, yang anget. “ ucap saya kepada mas amri sembari membuka jaket saya yang basah kehujanan. Tak lama kemudian indocafe pesanan saya datang, di barengi dengan sepiring mendoan dari mbak ani istri dari mas amri. “wehh mendoan nya, tau aja mbak ani obat yang bikin saya jadi gak kedinginan” ujar saya. Di kalangan paguyuban warkop se cengkareng saya rasa hanya warkop mas amri saja yang menyediakan mendoan, berbeda dengan warkop pada umumnya yang konsen menjual mie instan dan kopi semata.
“kamu terakhir beli mendoanku pas malam malam buat pacarmu itu loh mis, lama banget gak beli lagi” cetus mbak ani.
“hehe iya mbak, beberapa bulan ini saya lagi sibuk organisasi. Sampe lupa sowan ke warung lagi”
“owalah ,terus gimana pacarmu sekarang ?”
“alhamdulliah dia masih waras, dan tetep jadi wanita” jawab ku dengan di ikuti gelengan kepala dari mbak ani.

Hujan masih saja belum berhenti seperti kesedihan yang hari ini belum usai di hati . Teringat dengan kekecewaan annisa samalam yang membuat hari ini tak bersemangat. sampai tak sadar sudah hampir setengah jam saya mengaduk kopi hingga lupa meminum nya.

“mis koe ki ngelamun dari tadi mikirin apa ? , kopi mu sudah jadi agar itu” tanya mas amri dengan keheranan.
“ehh sorry mas , hehehe”
“mikiri apa ? dari tadi mata mu kosong, pasti ada yang di pikirin”
“pacarku yang waktu itu saya beliin mendoan malam-malam loh mas, masih ingat ?”
“ya, kenapa dia ? berubah jadi cowok ?”. tanya mas amri dengan penasaran , sekaligus mempertanyakan bentuk asli annisa.
“semalam saya bikin dia kecewa mas”.
“nah loh, emang nya kenapa ?”
“ saya ketahuan ngerokok mas “ jawab saya dengan menyeruput kopi yang sudah lama diaduk.
“ bukanya kamu sudah berhenti merokok ? “
“ iya tapi kemarin sore saya nyoba sebatang lagi.”

Mungkin sudah hampir tiga bulan ini saya sedang mencoba untuk berhenti merokok. Niatan ini hasil diskusi panjang dengan annisa yang mematahkan argumen saya tentang merokok. Kata annisa harusnya saya bisa berhenti merokok juga tanpa alasan karena awal saya merokok juga dengan tanpa alasan. harusnya kamu bisa dengan mudah dan tanpa alasan dong berhenti merokok , awal kamu merokok juga tanpa alasan. Sepenggal argumen yang sampai saati ini menjadi kekuatan tetap kenapa saya berhenti merokok.

Saya jadi teringat cerita mbak ani ketika dia mati matian memperjuangkan mas amri untuk berhenti merokok. Mbak ani pernah bilang bahwa kunci utamanya adalah komitmen atau niat, disisi lain dukungan dari orang terdekat sangat berpengaruh.

Walapun annisa jutek percayalah tidak selamanya orang jutek itu acuh. Biasanya justru mereka memiliki segudang perhatian walaupun harus dengan kata-kata yang tajam. Ada sindiran dan dorongan untuk mengubah orang. Begitulah cara annisa, dan begitulah mungkin cara nya untuk memaknai hidup. Dengan melihat sudut pandang dan memaknai absurditas dunia dengan kenyinyiran.

saya menikmati di tiga minggu terakhir ini menjadi lelaki yang bebas rokok, menyenangkan dan bikin gendut. Annisa selalu memberikan sudut pandang baru yang tentunya agar saya berhenti bukan semata mata karena dia, melain kan karena pemikiran sendiri.

Annisa dimanapun kamu saati ini membaca tulisan ini, jika memang kemarahanmu adalah sebuah hukuman untuk menjadikan saya jera merokok, maka saya terima. Buat saya ini adalah hukuman terberat dan sakit ketimbang rasa kecut menahan tidak merokok. Pasti ada banyak makna di balik kemarahanmu, tapi bukan berrti kamu tidak memaafkan bukan ?.

terakhir sekaligus menyudahi tulisan ini karenan memang hujan sudah reda, saya hanya ingin mengucapkan terimakasih atas sedikit pemikiran baru mu yang mengubah sudut pandangku, setidaknya saat ini kamu menjadi orang pertama yang berhasil mengubah sudut pandangku tentang rokok, maaf telah membuatmu kecewa.

MRH


Monday, February 12, 2018

SURAT RINDU UNTUK IBU


Bu, membuka surat ini dengan menanyakan kabarmu kurasa terlalu baku. Beberapa menit yang lalu kita baru saja bertukar kabar via pesan singkat di ponsel. Tapi, hari ini di tengah hiruk pikuknya kesibukan, terselip rindu padamu yang tak bisa aku ucapkan. Entah dengan alasan malu atau mungkin kedekatan kita yang tak seintens dulu. Karenanya surat ini tentang rindu yang sulit terucap, tentang sayang yang tak sempat terkatakan.

Mungkin saat membaca ini ibu sedang sibuk membersihkan rumah atau tengah sibuk memberi ceramah kepada si rafi yang ndableg nya minta ampun. Di tengah rutinitas itu aku berharap ibu sempat membaca nya.

Pernah terbesit di benak ibu mengapa tak pernah mendengar kata rindu dari ku, atau bahkan mendengar kata sayang yang terucap dari mulutku. Entah mengapa kalimat manis itu amat sangat berat di ungkapkan. Dan pada akhirnya hanya pernyataan ingin pulang yang mewakili ungkapan rindu itu. Berbeda dengan annisa kekasih ku yang dengan mudah mengucap itu tanpa beban.

Oh iya aku hampir lupa bu, sekarang aku sudah punya kekasih. Annisa namanya , wanita yang ku kenali saat liputan di kampus. dia wanita periang yang mengajariku betapa menyenangkan nya menjadi diri sendiri. seseorang yang membuat ku untuk berani berkomitmen kembali setelah 4 tahun ini aku sama sekali tak peduli dengan sebuah hubungan berkomitmen. tapi sayang bu annisa masih belum bisa membedakan mana sabun detergen mana sabun mandi hehehe, maklum bu annisa lebih sering ngelondri dari pada nyuci. Kalau soal masakan ibu tak usah khawatir, dia sudah bisa membedakan mana gula dan mana garam, masakan dia juga enak koq bu walaupun terkadang rasa pedas lada nya lebih dominan ketimbang pedas cabai. Initnya aku bahagai menjalani hari bersama dia, karena kita tau kita saling mencintai karena kekurangan kita masing masing.

Mungkin kalau dipikir-pikir ini terdengar lucu ya, Bu. Dulu saat kita dekat, kita sering berdebat. Ya, itu karena kita berdua punya pandangan yang berbeda tentang masa depan. Aku yang ingin menentukan kemana arahku nanti sementara ibu tetap bersikekeh kalau aku harus menjadi seorang pegawai negeri seperti kebanyakan keluarga kita. Tapi percalah bu aku disini penuh dengan tanggung jawab dengan apa yang telah aku pilih.

Bu, bisa jadi alasan mengapa aku sulit berucap rindu, semata karena aku ingin membahagiakan Ibu bukan dengan ‘sekadar’ ucapan. Aku ingin membahagiakanmu dengan tindakan. Meski kadang ucapan rindu juga diperlukan sebagai bukti sayang. Aku sadar betul bahwa agenda untuk membahagiakanmu selalu kalah dengan segudang impian yang sudah kurencakan.

Kendati ucapan rindu dan sayang tak pernah ku utarakan , mendoakanmu menjadi agenda wajib setelah lima waktu ku tunaikan.

Setidaknya mendoakanmu menjadi agenda wajibku setelah selesai solat. Hanya doa yang bisa kubisingkan, semoga ibu tetap dalam lindungan allah swt. Titp salam untuk tata, rafi , mbah kakung dan mbah uti. Aku menyayangi kalian.


Salam rindu dari rantau.
MRH

Thursday, February 8, 2018

PERKARA MATA TERBUKA

Saat menulis ini saya sedang menunggu balasan chat dari kamu yang sedari tadi membuat saya menunda buang air besar. Kurang ajar memang cinta membuat saya selalu berurusan dengan hal hal yang tidak normal. Tapi mau bagaimana lagi, saya bahagia.

Saat menulis ini saya juga sedang teringat perdebatan kita semalam tentang hal apa yang di lakukan orang setelah bangun tidur. Saya berpendapat bahwa hal yang di lakukan orang setelah bangun tidur adalah sadar. Menyadarkan diri terlebih dahulu, mana mungkin orang bangun tidur tapi tidak sadar. tapi kamu dengan keras kepala bersikukuh kalau orang habis bangun tidur pasti buka mata. Pernyataan yang mebuat saya tertawa terpingkal pingkal, logika nya mana ada orang buka mata tapi tidak sadar .

Tapi tak pikir pikir ada betulnya juga pernyataan kamu, banyak juga orang orang yang terkadang melakukan sesuatu dengan mata terbuka tapi tidak sadar. Contoh nya , ngambil gorengan 3 di kantin tapi ngakunya nya 2.  Saat mengambil dan makan gorengan mata kita jelas terbuka, tapi saat akan membayarnya tiba tiba kita tidak sadar kalau kita makan gorengannya 3. Pun begitu dengan saya , saya masih saja belum sadar bahwa seharian ini saya belum ketemu kamu. Tidak seperti beberapa hari yang lalu ketika kita rutin bertemu, walaupun pertemuan itu menjadi sebuah pertemuan yang mengenaskan bagi saya lantaran selalu mendapatkan luka gigitan dari 2 taring seksi mu itu. Kebiasan kebiasaan itu yang sebenarnya tak kita sadari jika tak kita lakukan akan bermetamorfosa menjadi rindu.

Dugaan saya benar , rindu tak sebercanda saat saya sering membuly kamu lantaran pernah khilaf mengerjakan ujian matematika dan mendapat nilai 39. Ada kebiasaan yang tidak kita lakukan dalam paruh waktu yang membuat roda dinamika kehidupan kita tersendat, dan Kamu di butuhkan agar roda itu lancar kembali.


Ya sudahlah saya nikmati dulu rindu dan kapal api sasetan ini. Semoga setibanya di rumah , kamu di beri keberkahan dari allah untuk ingat saya juga.

MRH

Saturday, October 14, 2017

HIDUP SELOW

Tidak akan menyangka oktober akan berjalan seperti ini. Seperti merayakan sebuah ketergesaan dalam balutan waktu yang seolah tidak ingin menunggu. Barisan hujan yang turun di awal oktober menjadi penanda lain, sampai sejauh mana saya berjalan sejauh ini?. Rasanya memang saya tak kemana mana.

Jakarta bulan ini selalu di awali dengan rintihan hujan. Rintihan hujan yang rasanya lebih nikmat kita lalui bersama semangkuk bubur pak Ratno dengan sambal pedas. Pak ratno selalu bilang “ bubur saya ini bisa bikin pagi sampeyan jadi lebih semangat loh mas, soalnya bubur ini saya bikin dengan penuh cinta ” . halah lambemu pak , seenak enaknya bubur sampeyan rasa nya tidak akan bisa mengalahkan enak nya selimutan pagi saat hujan di jakarta.

Entah kenapa bulan ini saya selalu di baluti rasa kemalasan setiap ingin melakukan aktifitas. Semangat yang dulu berkoar untuk dikeluarkan entah padam di persimpangan yang mana. Kelebihan energi disalurkan dengan dalih kegiatan demi kegiatan yang pada akhirnya mengantarkan pada pertanyaan, untuk apa ?.

Jangan tanyakan bagaimana kerjaan dan tugas tugas kuliah yang belum di sentuh sama sekali, lah wong janji untuk menyelesaikan bacaan novel akhir pekan ini saja tidak bisa. Belum lagi dengan tumpukan baju yang terbengkalai di sudut kamar, sudah hampir dua minggu belum saya evakuasi. Duh gusti saya ini sedang kerasukan setan apa.

Rasanya saya ingin pulang ke tegal kalau dalam kondisi seperti ini , Melepas rasa penat aktifitas yang saya lalui setiap hari. Jadi semenjak saya ngambil kuliah di weekend saya sudah tidak punya jatah buat selonjoran seharian. Bahkan ganti sempak yang deadline nya setiap hari saja kadang saya lupa karena saking sibuknya.

Senin – Jum’at dari pagi sampai malam saya kerja, sabtu dan minggu kuliah dengan durasi yang sama dari pagi sampai malam. belum lagi seabreg kegitasan organisasi yang kadang memaksa saya untuk tidak tidur seharian. kira nya teman teman juga bisa memaklumi mengapa sampai sekarang saya belum punya pasangan. Eh yang untuk masalah sempak jangan di kira sampai sekarang saya belum ganti yaa, saya sudah ganti sempak dari dua minggu yang lalu.

Tapi akhir akhir ini saya sedang tertarik untuk mengkaji mengenai the art of slow living. Atau bahasa kekekinian nya hidup selow . Bermula dari obrolan sederhana saya dengan pak sugeng saat ada rapat organisasi pemuda peduli lingkungan cengkareng, saya bercerita tentang kesibukan saya sekarang dengan beliau. Mendengar cerita kesibukan saya yang kata nya mirip mesin pabrik astra yang gak ada libur nya dalam seminggu, pak sugeng hanya senyum. lalu dengan santai nya pak sugeng Cuma jawab “hidup mu kurang selow mas , belajar lagi memaknai hidup“.  Jawaban yang sebenarnya tidak saya kehendaki keluar, tapi menisyaratkan makna.

Lama kelamaan saya mulai memahami apa itu yang di maksud hidup selow. Mungkin pak sugeng benar  kalau hidup saya terlalu terburu buru. Dalam artian apa yang saya lakukan setiap hari nya tidak lain hanya lah sebuah rasa ketakutan akan ketidak bisaan saya menjadi manusia yang mempunyai kebebasan finansial di usia semuda mungkin.

Masalah paranoia kaum urban yang selalu kepincut kredit adalah akar dari segala hidup yang terlalu terburu buru. Kita merasa takut jika tidak bisa mengejar harga rumah, belum lagi masalah gengsi, ibu dari kegagalan hidup prihatin.

Mau tidak mau saya harus menyadari bahwa saya dan teman teman yang memilih jalan seperti ini adalah korban dari korporasi yang terampil dalam memainkan ilusi.  Dalam konteks ilusi melonjaknya harga rumah yang sasaran tentunya keluarga muda pihak korporasi terus membombardir pesan untuk sesegera mungkin membeli properti jika tak ingin harga segera naik meski produk yang di jual sebetulnya di produksi secara massal.

Ketakutan dan gengsi kami adalah bahan baku utama para korporasi ini dalam bisnis mereka. Padahal kenaikan harga properti hanya terjadi apabila ada pembelian secara massal. Ketika kita tidak membeli secara tergesa gesa tentu tidak akan terjadi kenaikan bahkan bisa saja turun. Namun jelas ini disadari mereka agar tidak ada kerugian. Dengan bahan baku itu mereka membakar semangat kami agar terburu buru membeli, dan kami pun sukses berlomba lomba untuk bisa membeli agar harga tidak naik.

Tanpa di sadari ternyata ketakutan kita sendiriah yang menyebabkan harga properti melonjak. Dan akhirnya kita menggadaikan apa saja yang kita miliki, termasuk kekuatan waktu luang yang sejati nya penting untuk melakukan inovasi. Waktu luang itu kita pakai untuk bekerja memutar roda korporasi lalu di eksploitasi karena kita harus terus menerus membayar hutang. Tak sadar bahwa masa muda ini tak bisa kembali , dan kita terus menerus di kejar kejar oleh kebutuhan sampai menggadaikan kekuasaan dalam diri untuk pencarian uang yang tak ada hentinya.

Selow adalah kunci. Saya beruntung bertemu pak sugeng yang sedikit merubah sudut pandang saya tentang hidup. Walaupun saya juga harus mawas diri agar tidak terus menerus dalam lingkungan paranoid ini. Lalu saya mencari tahu apa hal sederhana yang bisa di lakukan untuk mengatasi ini ?. pulang kampung dan mengamati kehidupan orang orang desa mungkin jawabanya. Orang orang yang menekuni the art of slow living yang sayang nya sering kita maknai sebagai bermalas malasan.
Semoga sepulangnya dari kampung saya bisa memetik apa itu the art of slow living, agar tidak tergesa gesa dalam menjalani hidup ini.

(cerita akan di lanjutkan setelah saya pulang kampung)
MRH




Sunday, October 1, 2017

WANITA DI KELAS BISNIS INGGRIS

Jadi ceritanya di semester ini saya mengambil mata kuliah bisnis inggris sebagai pelengkap 22 sks yang saya dapat. Walaupun sebenarnya tidak terlalu penting , mata kuliah ini harus tetap di ambil sebagai salah satu syarat lulus nanti.

Hal pertama yang terfikir dalam benak saya ketika mendengar kata bahasa inggris adalah membosankan. Dalam sejarah saya mengikuti pendidikan formal dari sekolah dasar sampai kuliah saya sama sekali belum pernah mendapatkan nilai sempurna dalam pelajaran bahasa inggris. Kosa kata bahasa inggris yang saya tau juga terbatas , hanya kata kata oh no oh yess , making love , big tits , big boobs itu saja yang saya tau.

Tapi jangan di artikan saya ini anti asing gara gara tidak menyukai bahasa inggris. Saya juga tetap berusaha untuk mau dan bisa menyukai bahasa inggris. Salah satu cara saya untuk menumbuhkan rasa ingin belajar bahasa inggris dengan menonton film film hollywod yang bergenre drama dan romantis. Karena kedua genre film tersebut biasa nya menggunakan kosa kata dalam percakapan sehari hari, selain itu kita juga tidak terlalu fokus pada adegan seperti saat kita menonton film action yang sedikit menyampingkan percakapan.

The paddington menjadi salah satu rujukan film untuk saya belajar bahasa inggris. Film ini akan membimbing kita belajar bahasa inggris dengan santai dan mudah karena cerita pada film ini alurnya sederhana. Sejujur nya film ini sedikit membuat saya malu. dalam film ini di ceritakan seekor beruang yang fasih dalam berbicara inggris dengan aksen britishnya, seekor beruang loh bisa berbahasa inggris, masa iya saya yang manusia tidak bisa. Selain the paddington masih banyak lagi film yang bisa sebagaI rujukan belajar bahasa inggris, seperti film forrest gump yang akan membuat kita tertawa karena melihat tokoh utama nya yang selalu gugup ketika berbicara dengan lawan jenis, Raja Inggris di The King’s Speech yang masih harus belajar ngomong bahasa Inggris yang bakal jadi mood booster semangat belajar , atau Kata-kata sederhana yang dinarasikan oleh Tom dalam 500 Days of Summer yang punya artikulasi jelas dan pengucapan yang pelan sangat cocok buat latihan listening.

Awalnya saya malas ketika memulai pertemuan pertama pada mata kuliah bisnis inggris semester ini. Alasan nya masih sama , membosankan. Karena menurut saya tidak ada bahasa yang lebih indah dari pada bahasa jawa di dunia ini dalam esensi komunikasi sesama manusia. Tetapi saat pertama kali masuk ruang kelas saya langsung di hadapakan pada bidadari berhijab yang langsung meretakan rasa malas saya dalam kelas bisnis inggris ini.  “Duh gusti panjenenengan pentol banget bisa menciptakan wanita se indah ini, subhanallah” gumam saya saat pada pandangan pertama itu. Muka nya sederhana , tidak ada bedak tebal yang membaluti, begitu juga dengan bibir tipis nya yang tak tampak ada olesan lipstik. Sederhana sekali wanita ini, sukma kenidahan dalam diri nya lah yang membuat saya terposana.

Selama sesi kelas tidak henti henti nya saya memandangi wanita itu, wanita itu  bagai candu yang dengan mudah nya saya terima. Semoga bertemu denganmu membuat stagnan belajar bahasa inggris menjadi lebih menyenangkan.

Saya duduk tepat di bangku belakang wanita itu. Benak saya selalu saja ingin segera memulai konsep dasar dalam sebuah perkenalan, basa basi. Tapi kali ini saya menahan diri untuk tidak mendekati nya. Belajar dari pengalaman pada perkenalan sebelum sebelumnya saya selalu terlalu dini menciptakan sebuah kenyamanan yang mana hal itu akan menjadi duri dalam daging, atau dalam istilah kekinian nya baper. jadi untuk kali ini saya lebih memilih untuk diam dan cukup menyimpan rasa kagum itu dalam hati saja.

Bukan saya tidak berani , toh pada akhirnya juga sama ending nya. Persoalan culture differences dan personal interest masih menjadi masalah utama. Saya masih belum bisa menjadi pribadi yang baik dan menyenangkan kepada wanita yang saya yakini akan menjadi jodoh saya.

Pada kesempatan kali ini saya memilih untuk menyampingkan ego sifat ganas playboy yang ada dalam diri saya. Buat apa saya repot repot untuk mencoba berkenalan pdkt dengan wanita itu jika akhirnya saya baper sendiri. Tapi kan belum di coba ? percayalah saya yang tau arah hati saya mau kemana, selagi saya masih seperti ini sulit bagi saya untuk bisa berkomitmen dalam sebuah hubungan. Untuk itu sekarang lebih baik saya terus berusaha memperbaiki pribadi menjadi lebih baik dan menyenangkan. Bukanya tidak mau berjuang, tapi alangkah baiknya seperti itu dari pada membuat sebuah hubungan singkat singkat seperti sebelum sebelumnya. Saya lelah.

Mending membebaskan diri dulu, menjalani hidup penuh dengan kebebasan sangatlah menyenangkan. Kita bisa mengeksplor segal hal baru yang sebelumnya kita belum pernah tau. Tidak pernah ada ceritanya saya merasa bosan dengan kota ini, seluruh sudut selalu saya eksplor untuk mendapatkan sesuatu hal baru. Sampai pada akhirnya sekarang kita memasuki musim hujan, jakarta kembali menjadi kota yang tidak ramah dengan banjirnya. Rasanya mungkin bulan ini saya akan sering menghabiskan waktu untuk di rumah dan membaca buku buku.  

Percayalah saya juga ingin menjalani sebuah hubungan yang menyenangkan dan saling memberikan sebuah kebaikan. Bukan seperti hubungan rumitnya Zainab dan siDoel anak sekolahan, juga bukan sesederhana perasaan Mpret dan Elektra dalam Supernova Petir. Tapi untuk masa ini saya memilih untuk tidak gegabah lagi dalam menyimpulkan cinta. Salah satu resolusi saya adalah berusaha mengurangi area ragu-ragu dan lebih yakin kepada diri sendiri. Kalau memang sudah saatnya berkomitmen lagi, pasti akan ada jalan untuk menjalankan niat tersebut.

Teruntuk mbak mbak yang saya kagumi di kelas bisnis inggris, jika memang kelas bisnis inggris di universitas esa unggul bukan tempat saya untuk memperjuangkanmu, saya pastikan di universitas alam semesta kelas dinamika kehidupan nanti lah saya akan berjuang mati matian.


(MRH)

Wednesday, September 20, 2017

CINTA DAN HARTA

Kepada para lelaki yang menjadikan modal kesejahteraan finansial sebagai cara untuk menaklukan para wanita, izin kan saya kali ini untuk misuhi sampeyan sampeyan dulu.

Sadarkah kalian bahwa lelaki model sampeyan yang menjadikan harta sebagai modal untuk mendapatkan asmara dengan mudah adalah sumber iri dengki dan penyakit hati bagi kami para lelaki jelek maupun tampan tapi minim materi.  Kami selalu kalah saing dengan kalian , bahkan kami merasa belum sempat bersaing lantaran tiket sudah di borong kalian semua.

Di saat kami selalu gagal mendekati pujaan hati karena tahu diri, atau sekedar gagal mendapatkan jawaban “ ya aku mau jadi pacar kamu “  ketika nembak wanita yang sejati nya tidak cakep cakep amat. Di saat kondisi seperti inilah kalian akan selalu merasa unggul karena bisa mendapatkan semua wanita cantik yang kalian dan kami idamkan dengan kesejahteraan finansial kalian.

Hidup itu perkara menunggu giliran untuk soal asmara. Nanti akan ada saat nya dimana kalian sudah tidak bisa lagi dengan mudah merayu wanita dengan iming iming uang dan kekayaan kalian yang di berikan orang tua.

Pada hakikat nya dengan kalian membangga banggakan diri  dapat menaklukan wanita dengan modal kekayaan sebetulnya bukan kalian lah yang sedang menaklukan. Bisa jadi kalian sendiri lah yang sedang di taklukan.

Saya percaya nanti akan ada saat nya sampeyan jatuh hati kepada wanita yang blas sama sekali tidak suka dengan sampeyan dan harta harta sampeyan. Bahkan dia akan merasa ilfiel dengan cara sampeyan yang selalu berpikir bahwa cinta akan selalu takluk dengan harta.

Ketika sudah seperti itu saran saya Cuma satu, lepaskan. Agar sampeyan tahu dan sadar betapa sakit nya patah hati. Karena patah hati akan menimbulkan kesadaran akan etos kerja dan cara cara bijak mendekati perempuan tanpa harta atau kekayaan orangtua. Belajarlah menjadi lelaki normal pada umumnya yang tidak selalu sukses dalam meniti karir perjalanan asmara. Rasakan lah beribu ribu penolakan , di tinggal tanpa kepastian , cinta yang bertepuk sebelah tangan atau apapun yang membuat kalian jatuh bangun hingga akhir nya mendapatkan jawaban yang menyenangkan.

Suatu saat pada titik tertentu sampeyan harus mendapatkan wanita yang tidak mencintai sampeyan dengan harta, tapi mereka yang mencintai sampeyan karena perilaku serta usaha usaha sampeyan saat mendapatkan nya. Sebab tidak selamanya orangtua kalian akan kaya.

Dan teruntuk teman teman yang tidak memiliki kesejahteraan finansial, dengan ada nya lelaki yang masih mengandalkan finansial sebagai senjata menaklukan wanita, ini bukan akhir zaman.
Ketika kalian gagal lagi dan gagal mendapatkan wanita yang kalian idamkan lantaran masih minder dan tahu diri, bangkit lah. Merenung karena patah hati bukan jawabanya. Mari kita tata diri menjadi lebih baik. Rubah sudut pandang tentang cinta dan kekuatan harta, tidak selamanya orang yang modal harta bisa menang dalam urusan cinta. Mari kembali ke fitrah kita sebagai lajang yang dalam bahasa indonesia memiliki kata kerja aktif dan lantang yang berarti terus ngotot dan berjuang.
Kata gusti allah inna khalaqnakum min dzakarin wa untsa litaarafu  “ kuciptakan kalian lelaki dan wanita untuk saling berkenalan”.  Karena mencari jodoh itu mulia.

(MRH)

Tuesday, September 5, 2017

RAISA MENIKAH

Hallo mbak Raisa , gimana malam pertamanya bareng mas Hamish ? mengesankan kah ? saya yakin menarik sekali malam pertama nya mbak Raisa, karena kita semua tau gimana jantan nya perawakan mas hamish. Ibarat sapi tuh mas hamish sapi limousin, yang harganya 70 juta.

Oh ya sebelum nya saya mau ngucapin selamat atas di halalkan nya mbak raisa dengan mas hamish, semoga kalian berdua tetap bahagia sentosa dan segera mendapatkan anak yang gak kalah ganteng dan cantik seperti kalian.

Jujur saya ini salah satu orang yang seneng banget dengerin lagu lagu nya sampeyan mbak. Dari lagu pertamanya mbak raisa “serba salah” , “apalah arti menunggu” sampe lagu baru nya mbak raisa “usai disini” hampir setiap malem sering saya putar. Tapi ada satu lagu yang menurut saya tidak pas di hati ketika mendengarkan nya, yaitu lagu mantan terindah ciptaan nya mas yovie widianto. Sebelum nya mohon maaf mbak, saya ingin mengatakan kalau makna dari lagu mantan terindah itu basi. Menurut saya yang terindah itu bukan mantan , tapi manten. Bagaimana bisa di katakan seorang mantan pacar itu sesuatu yang indah ?. bukankah yang indah itu yang selalu ada untuk kita di saat apapun ? susah bareng jalani bareng tanpa ngeluh, dan yang gak selingkuh ?. Tapi mungkin mas yovie widianto punya sudut pandang lain saat menciptakan lagu ini. Atau mas yovie berfikir kalau di dunia ini memang tidak selalu tentang perkara yang penting-penting. Ada kalanya, dunia juga membutuhkan apa saja yang sejatinya tidak terlalu penting. Dan saat itu pula mas yovie menciptakan lagu tentang mantan.

Terlepas dari masalah lagu mantan terindah, saya ingin mengapresiasi keberanian mas hamish daud yang tidak ingin berlama lama berpacaran dengan mbak raisa. mas hamish telah menyelamatkan salah satu patokan kecantikan wanita Indonesia dari belenggu kemaksiatan, Terimakasih sebesar besar nya mas. Namun apa yang menurut kita baik belum tentu menjadi kebaikan juga untuk semua orang. Buktinya ketika hari pernikahan mbak raisa dan mas hamish netizen di gemparkan dengan hastag #hariPatahHatiNasional. Jujur saya gak ngerti dengan pola pikir mereka yang membuat hastag ini, bagaimana bisa seseorang yang sedang berbahagia karena telah menyempurnakan agamanya  di hujat di hari spesial nya dengan menjadikan hari bahagia nya itu menjadi hari patah hati. Saya tau kalian iri dan ingin menjadi pasangan salah satu wanita patokan kecantikan nasional saat ini, tapi ayolah guys sadar, cinta dan nikah tak selalu menjadi dua entitas yang senantiasa beriringan. Kalian bisa dengan mudah mencintai mbak raisa, tapi sulit bagi kalian untuk menikahinya. Untuk itu tolong jangan jadikan hari bahagia nya mbak raisa sebagai hari patah hati. Dan tentu nya pernikahan ini tidak menjadikan legimitasi atas sebuah ketidak sukaan kalian lagi dengan mbak raisa.

Tapi tenang mbak raisa, saya bukan salah satu oknum itu. Saya sebagai seorang penggemar sampeyan justru sangat bahagia dan termotivasi juga untuk segera menikah, Tapi setelah ada yang mau sama saya. Jelas pernikahan untuk saat ini bukan orientasi utama untuk saya, saya tidak ingin berspekulasi terlalu dini untuk membahagiakan pasangan. Lah gimana mau bahagiain pasangan wong ibu dan bapak saya saja belum saya bahagiain.

Menurut saya agak nya hari patah hati nasional lebih pas di jadikan hari ketika kita melihat saudara saudara muslim rohing nya belum mendapat kan kebebasan bersujud dan hidup di negara nya. Melihat saudara saudara muslim palestina yang masih belum mendapat kemerdekaan atas penindasan kaum zionis israel. Dan tentu nya hari patah hati nasional itu ketika kita melihat para elit politikus menari nari dan berpesta dengan duit kita dan tidak merasa bersalah yang akhir nya menyebabkan KTP kita masih di laminating, bajingan.


Ingat lah selalu ada hal baik di setiap kejadian, mungkin kalian sakit hati melihat wanita idola kalian sudah menjadi istiri orang. Tapi di sisi lain kalian juga harus berbahagia karena melihat wanita idola kalian sudah di putuskan belenggu kemaksiatan berzina nya. Mari kita menjadi manusia yang senantiasa selalu adil sejak dalam pikiran. (MRH)

Monday, August 28, 2017

INDONESIA SEDERHANA

Perhelatan sea games 2017 sebentar lagi akan berakhir, pesta olahraga 2 tahunan antar anggota negara asean ini sangat menyita perhatian masyarakat indonesia. begitupun dengan para netizen yang acap kali menjadikan perbincangan tentang sea games menjadi perbincangan utama. Hal itu juga bisa di lihat dari beberapa hastag tentang sea games yang menjadi trending topic selama kurang lebih satu bulan ini.

Malaysia menjadi tuan rumah pada perhelatan sea games tahun 2017. Selain menjadi tuan rumah, malaysia membuat semua masyarakat indonesia geram lantaran keteledoran nya dalam membuat buku panduan acara sea games yang mana terdapat bendera indonesia terbalik. Saya juga tidak tau ini benar ketidaksengajaan dari pihak panitia atau memang kesengajaan. Mengingat hubungan kedua negara yang sangat sentimen tentang hal hal yang berkaitan dengan kebudayaan dan kebangsaan.

Yang menarik tentunya pada sabtu malam kemarin, dimana ada pertandingan semifinal sepakbola antara tuan rumah malaysia dan indonesia. bisa di bilang ini adalah partai el classico nya asia tenggara. Kedua negara memang sudah menjadi musuh bebuyutan sejak dulu, ketika kedua negara saling bertemu saya hampir tidak pernah absen untuk menonton nya. Dari jaman nya piala aff tahun 2010 sampai sekarang pertandingan indonesia vs malaysia sangat menarik untuk saya tonton. Namun sayang pada pertandingan sabtu malam kemarin indonesia harus mengakui keunggulan malaysia 1 – 0. Yang lebih menyakitkan gol dari malaysia di ciptakan di akhir pertandingan. Gol ini sekaligus menggugurkan indonesia untuk mendapat mendali emas ajang sepakbola sea games yang terakhir di dapat di tahun 1991. Tahun dimana bapak dan ibu saya lagi anget anget nya pacaran.

Terlepas dari apapun hasil pertandingan sepakbola kemarin saya ingin mengapresiai setinggi tinggi nya kepada seluruh pemain yang telah berjuang mati matian di lapangan. Saya percaya main bola itu susah, lah wong saya kadang main bola baru 10 menit saja sudah ngap ngapan. Makanya kadang saya paling gak suka kalau timnas habis main terus kalah banyak netizen yang pada membully. Mereka sama sekali tidak tau bagaimana beban nya para pemain timnas saat di lapangan, mereka mengemban tugas negara loh. Selain itu saya juga baru kali ini liat pemain timnas yang pada nangis terharu saat lagu indonesia raya di kumandangkan. Rasa cinta dan kebanggaan, mereka ungkapkan lewat tangisan haru. Coba bandingakan dengan para abg labib yang sering nangis cuma saat di kumandangkan lagu kenangan mantan. Cemen kalian.

Dari hasil sepakbola semalam mungkin ada benarnya juga apa yang di katakan cak nun saat pengajian kenduri cinta di taman ismail marzuki jakarta beberapa waktu yang lalu. “indonesia itu negara yang biasa biasa saja, indonesia negara yang sederhana, dia tidak terlau hebat, dia juga tidak terlalu buruk. Tapi dari hal itu yang membuat indonesia selalu bahagia, karena ada sebuah kesederhanaan. Bukankah bahagia itu sederhana ?” . jadi buat kita indonesia mau juara atau tidak tetep memberikan sebuah kebahagiaan buat masyarakatnya. Kita itu bukan bangsa yang royal. Tidak perlu di sesali betul betul tentang kekalahan timnas semalam. Percayalah kami akan selalu bahagia dengan hasil yang kalian dapat.

Saya juga ingin berterimakasih kepada malaysia, berkat kegaduhan kalian tentang bendera kami yang kalian balik, kami jadi tau kalau masyarakat indonesia masih tetap mempunyai kebanggaan akan negara nya. Keributan dan kemarahan kami menjadi bukti kalau kami tidak terima kebanggan kami menjadi permainan kalian.

Tentu kita masih ingat di tahun yang sama indonesia sedang di terpa isu isu yang mempertanyakan dasar negara dan persatuan. tapi Se olah olah masalah ini menjadi peringatan dari Allah s.w.t agar kami bersatu kembali. Berlebihan memang kalau menyimpulkan seperti itu, tapi saya hanya mencoba melihat sudut pandang yang berbeda dari masalah ini. Karena dengan menjalankan indonesia dengan guyub dan rukun berarti kita juga mengabdi terhadap Allah s.w.t.

Indonesia adalah seindah indah nya ciptaan Allah. Kemerdekaan akan terus kami perjuangkan untuk menjadikan indonesia sebagai tempat senyaman nyaman nya tinggal. Lakukan hal apapun untuk kemajuan negara ini , apapun itu. Karena tanah indonesia adalah sajadah kita untuk sujud kepada Allah s.w.t.

Terimakasih timnas, terimakasih semua kontingen sea games 2017 yang telah memberikan sebersit kekuatan kepada kami untuk tetap barsatu menjaga kedamaian di negeri ini. Semoga kita senantiasa tetap berada di puncak kesadaran kecintaan terhadap indonesia yang di cintai oleh Allah s.w.t. (MRH) 

Saturday, August 12, 2017

PERKARA KOPI

Saya agak kaget melihat perilaku manusia masa kini yang ingin sekali di cap sebagai pecandu kopi. Permasalahan nya mereka ingin di cap sebagai pecandu hanya bagian dari aktualisasi di sosial media semata saja. Yang mana pada realitanya mereka tidak benar benar menjadi seorang pecandu kopi.

Kalau masalah soal pecandu kopi, saya jadi ingat bapak saya yang sangat kecanduan kopi. Bapak saya bisa di bilang sebagai pecinta kopi hitam garis keras. Dalam sehari bapak bisa menghabiskan 7 sampai 10 cangkir kopi. Pagi,siang,sore,malam,tengah malam setiap hari tak pernah lepas dari kopi. belum lagi dengan sebungkus gudang garam filter sehari yang kadang buat saya mikir lah ini orang loh koq kuat banget ya lambung nya. Apa jangan jangan lambung nya sudah di ganti kantong kresek ?.

“pak mbok kalo mau ngopi ya ngopi aja, gak usah di barengi sama rokok, inget awak mu pak”

“ sudah gpp mas, tar bapak juga bakalan berhenti ngopi kalau sudah tinggal ampas nya doang, berhenti rokok juga kalau tinggal puntung nya doang”

“Halah lambemu pak”

Ya begitu lah sifat para pecandu ketika kita mencegah untuk sedikit mengurangi atau melakukan hal yang ia candu, acuh.

Pecandu menurut saya tidak harus melakukan aktualisasi apa yang menjadi candu nya ke halayak ramai. Bukan kah dengan melakukan sesuatu yang menjadi candu sudah membuat para pecandu bahagia ?. Saya jadi ingat tentang si supri teman kampung saya yang sekarang hits di sosial media. supri sekarang menjadi kopi holic, semua postingan di sosial media nya selalu berhubungan dengan kopi. Suatu hari kita bertemu untuk sejenak melepas rasa kangen karena saya dan supri sudah lama tidak bertemu. kita bertemu di salah satu warkop di jalan panjang kebon jeruk. Mengingat supri adalah pecinta kopi, pertemuan di warkop rasanya menjadi hal lazim. Beda ceritanya kalau kita ketemuan di warung jamu pinggir jalan.

Setelah beberapa menit kita ngobrol, saya memesan segelas kopi hitam sasetan dan sebungkus rokok gudang garam filter. Buat saya kopi kapal api sasetan udah pas banget kalau di sruput bareng sebatang gudang garam filter. Mereka pasangan yang cocok bagi para warkopers. Namun yang membuat saya heran ketika si supri pesan nutrisari anget. Seseorang yang ngakunya pecandu ngopi nongkrong di warkop pesan nutrisari ?. karena penasaran akhirnya saya menanyakan perihal tersebut.

“Pri koe ki jare pecinta kopi, tapi nongkrong neng warkop loh malah pesen nutrisari ?”. tanya saya ke supri.

“sorry bro, menurutku kopi yang sasetan bagi pecinta kopi tuh bukan kopi”.  jawab supri

“ lah koe ini logika nya aneh, kalo kopi sasetan ini bukan kopi terus apa ?? Marimas ?”. timpal saya ke supri

“enggak , maksud saya tuh kopi bagi para pecinta kopi tuh minimal yang pesan nya di kedai kopi. Ada semacam hal menarik ketika nyruput nya. Karena ada hal yang bisa di aktualisasi kan di sosial media”

“ koe iki pecinta kopi apa vlogger ?, setiap ngopi harus mengabadikan dan mengaktualisasikan nya di halayak ramai ?”

Saat itu saya langsung menganggap kalau supri ini pecinta kopi abal abal. Buat dia kopi hanya menjadi objek dalam diri nya untuk mengaktualisasi di sosial media. seberapa enak rasa kopi buat dia tidak akan ada artinya jika tidak di aktualisasikan di sosial media. logika seperti ini sama saja seperti lelaki yang hanya suka perempuan cantik dan menganggap perempuan yang tidak cantik itu bukan perempuan. Kadang saya merasa asu dengan orang orang jaman sekarang.

Saya sendiri bukan pecinta kopi, ngopi juga sekedar saja. Tidak sepeti bapak saya yang sudah menjadikan kopi bagian dari hidup. Namun dengan melihat cara pandang supri tentang kopi membuat saya berpikir kalau tidak semua netizen yang suka gembar gembor soal kopi atau suka posting kopi di sosial media itu pecinta dan pecandu kopi. Bisa saja mereka melakukan itu hanya tuntutan trend, mengingat menjamur nya kedai kopi dan ada nya film filosofi kopi membuka peluang mereka menjadi manusia hipster dengan memposting semua hal tentang kopi.

Kalau sudah begitu pertanyaan saya , kemana kalian saat semua orang menghakimi kalau penikmat kopi hitam itu seperti dukun ? atau jangan jangan kalianlah oknum nya ??

(MRH)