Friday, April 27, 2018

REZEKI ANAK SHOLEH


Sore kemarin Ibu Bos datang ke kantor membawakan nasi kotak untuk beberapa karyawan yang masih lembur.

Saya girang tak terkira , maklum hari ini saya baru makan satu kali pas sarapan di rumah. Perut saya sudah terlalu falseto. Saking girang nya , saya berencana untuk memfoto nasi kotak tersebut dan membagikan nya di instastorry instagram dengan caption “ Rezeki anak sholeh”.

Tapi bajingan wedus alas , hal itu urung terjadi lantaran menu nasi kotak “rezeki anak sholeh” tersebut ternyata babi panggang kecap manis. Muka saya yang tadinya girang seketika berubah menjadi ember pating pekicut.

“ Nggak usah sedih bung, makan babi itu boleh kok, yang nggak boleh itu makan teman, kecuali kalau bung memang mengganggap babi itu teman bung sendiri. lagian siapa tau babi yang bung makan itu babi mualaf ” kata kevin, kawan saya satu kantor yang begitu doyan babi panggang.

Saya sadar , bahwa tidak ada revolusi yang berdiri kokoh di atas kaki kaki yang gemeteran karena lapar, Tapi ya gini juga kali. Duh gusti gini amat ya kantor ku.

0 comments:

Post a Comment