Hallo mbak Raisa , gimana malam
pertamanya bareng mas Hamish ? mengesankan kah ? saya yakin menarik sekali
malam pertama nya mbak Raisa, karena kita semua tau gimana jantan nya perawakan
mas hamish. Ibarat sapi tuh mas hamish sapi limousin, yang harganya 70 juta.
Oh ya sebelum nya saya mau
ngucapin selamat atas di halalkan nya mbak raisa dengan mas hamish, semoga
kalian berdua tetap bahagia sentosa dan segera mendapatkan anak yang gak kalah
ganteng dan cantik seperti kalian.
Jujur saya ini salah satu orang
yang seneng banget dengerin lagu lagu nya sampeyan mbak. Dari lagu pertamanya
mbak raisa “serba salah” , “apalah arti menunggu” sampe lagu baru nya mbak raisa
“usai disini” hampir setiap malem sering saya putar. Tapi ada satu lagu yang
menurut saya tidak pas di hati ketika mendengarkan nya, yaitu lagu mantan
terindah ciptaan nya mas yovie widianto. Sebelum nya mohon maaf mbak, saya
ingin mengatakan kalau makna dari lagu mantan terindah itu basi. Menurut saya
yang terindah itu bukan mantan , tapi manten. Bagaimana bisa di katakan seorang
mantan pacar itu sesuatu yang indah ?. bukankah yang indah itu yang selalu ada
untuk kita di saat apapun ? susah bareng jalani bareng tanpa ngeluh, dan yang gak
selingkuh ?. Tapi mungkin mas yovie widianto punya sudut pandang lain saat
menciptakan lagu ini. Atau mas yovie berfikir kalau di dunia ini memang tidak
selalu tentang perkara yang penting-penting. Ada kalanya, dunia juga membutuhkan
apa saja yang sejatinya tidak terlalu penting. Dan saat itu pula mas yovie
menciptakan lagu tentang mantan.
Terlepas dari masalah lagu mantan
terindah, saya ingin mengapresiasi keberanian mas hamish daud yang tidak ingin
berlama lama berpacaran dengan mbak raisa. mas hamish telah menyelamatkan salah
satu patokan kecantikan wanita Indonesia dari belenggu kemaksiatan, Terimakasih
sebesar besar nya mas. Namun apa yang menurut kita baik belum tentu menjadi
kebaikan juga untuk semua orang. Buktinya ketika hari pernikahan mbak raisa dan
mas hamish netizen di gemparkan dengan hastag #hariPatahHatiNasional. Jujur saya
gak ngerti dengan pola pikir mereka yang membuat hastag ini, bagaimana bisa
seseorang yang sedang berbahagia karena telah menyempurnakan agamanya di hujat di hari spesial nya dengan menjadikan
hari bahagia nya itu menjadi hari patah hati. Saya tau kalian iri dan ingin
menjadi pasangan salah satu wanita patokan kecantikan nasional saat ini, tapi
ayolah guys sadar, cinta dan nikah tak selalu menjadi dua entitas yang
senantiasa beriringan. Kalian bisa dengan mudah mencintai mbak raisa, tapi
sulit bagi kalian untuk menikahinya. Untuk itu tolong jangan jadikan hari
bahagia nya mbak raisa sebagai hari patah hati. Dan tentu nya pernikahan ini
tidak menjadikan legimitasi atas sebuah ketidak sukaan kalian lagi dengan mbak
raisa.
Tapi tenang mbak raisa, saya
bukan salah satu oknum itu. Saya sebagai seorang penggemar sampeyan justru
sangat bahagia dan termotivasi juga untuk segera menikah, Tapi setelah ada yang
mau sama saya. Jelas pernikahan untuk saat ini bukan orientasi utama untuk
saya, saya tidak ingin berspekulasi terlalu dini untuk membahagiakan pasangan. Lah
gimana mau bahagiain pasangan wong ibu dan bapak saya saja belum saya bahagiain.
Menurut saya agak nya hari patah
hati nasional lebih pas di jadikan hari ketika kita melihat saudara saudara muslim
rohing nya belum mendapat kan kebebasan bersujud dan hidup di negara nya. Melihat
saudara saudara muslim palestina yang masih belum mendapat kemerdekaan atas
penindasan kaum zionis israel. Dan tentu nya hari patah hati nasional itu
ketika kita melihat para elit politikus menari nari dan berpesta dengan duit
kita dan tidak merasa bersalah yang akhir nya menyebabkan KTP kita masih di
laminating, bajingan.
Ingat lah selalu ada hal baik di
setiap kejadian, mungkin kalian sakit hati melihat wanita idola kalian sudah
menjadi istiri orang. Tapi di sisi lain kalian juga harus berbahagia karena
melihat wanita idola kalian sudah di putuskan belenggu kemaksiatan berzina nya.
Mari kita menjadi manusia yang senantiasa selalu adil sejak dalam pikiran.
(MRH)
0 comments:
Post a Comment