Kata bapak saya, dulu waktu muda
buat cari gebetan di desa itu susah banget. Butuh usaha keliling ke sawah atau
ke pabrik pabrik buat bisa kenalan sama cewek cewek di desa. Komoditas
masyarakat di desa saya khususnya para wanita umumnya hanya berkerja sebagai
petani atau menjadi buruh pabrik. Ke bayangkan gimana susah nya cari gebetan
jaman bapak saya dulu ?, udah kaya cari kitab suci nya biksu tong kesana
kemari, dan itu juga belum tentu pada mau.
Berbeda denga
saya yang besar di zaman milenia ini, semakin canggih nya tehnologi semakin
mudah mencari pasangan juga. hanya dengan tidur telentang di kamar saja saya
sering sekali mendapatkan gebetan hasil berburu wanita wanita di dunia maya
dengan se genggam smartphone.
Untuk
menentukan pasangan yang akan saya seriusi, saya tentu sangat selektif. selalu
mengedepankan unsur unsur kompetensi dalam memilih pasangan agar nanti nya
keturunan keturunan saya juga berkualitas. Kalau jodoh loh yaa.
Sampai pada
akhir nya seleksi itu mengerucut pada satu wanita yang saya kagumi dari
kepribadian, penampilan dan seabrek tetek bengek nya. Dia bernawa SAL,
Mahasiswa PGSD yang gigi nya sudah 5 tahun ini di kasih kawat berduri sebagai
bentuk proteksi agar tidak banyak lemak lemak bedebah bisa masuk sembarangan di
dalam tubuhnya. Banyak hal menarik dari Sal yang membuat saya yakin bahwa dia
adalah separuh hati saya di kehidupan ini, salah satu contoh nya Sal adalah
wanita yang tanganya lebih sering bau terasi ketimbang bau lotion di kehidupan
sehari hari. Dia lebih sering menghabiskan waktu luang nya di dapur untuk
memasak dan nyambel ketimbang glelang gleleng youtuban liat vlog vlog nya
younglex. Itulah sebabnya tangan dia sering banget bau terasi.
“Wanita yang
tangan nya bau terasi itu surga nya suami di dunia loh, “ ucap dia ketika
memberikan alasan kepada saya kenapa tangan nya bau terasi.
“Koq bisa
gitu, itu konsep ngawur dari mana toh ?”
“gini nih,
kebanyakan suami suami sangat mengidamkan istri yang jago banget nyambel dan
masak, jadi kalo udah dapet istri yang jago nyambel dan masak pasti bakalan
sering dia dirumah, dan jarang kelayaban buat cari cabe cabean.” Jawab sal
dengan sok intelek
“ lah kalau
dia tetep nekat keluar buat cari cabe cabean ?” jawab saya seolah olah tidak
percaya dengan konsep ngawur sal.
“ ya tinggal
aku ancam saja, kalau sampe selingkuh bakalan aku sambelin burung nya”
Saya dan sal
sering banget menghabiskan waktu seharian untuk chating. Dalam chating, kita
tidak saja membahas kehidupan pribadi kita , sesekali kita juga sering membahas
tentang kehidupan para mahluk abstral.
Tentang sakit hatinya kuntilanak yang jarang banget ke salon, pocong yang
jarang mastrubasi gara gara tanganya gak bisa lepas, sampe perdebatan tuyul
yang sebenernya sudah sunat apa belum.
Dari kebiasaan
bersama dalam dunia maya itu membawa rasa yang membuat saya semakin dekat
dengan sal. Memang rasa nya sangat absrud, bagaimana bisa kita jatuh hati
dengan orang yang sama sekali kita belum pernah bertemu ?. tapi saya percaya
proses jatuh cinta itu kadang bisa terjadi tanpa alasan.
Lambat laun kesempatan
bertemu dengan Sal akhirnya kesampain juga, kita janjian untuk bertemu di salah
satu mall di jakarta waktu itu. Namun bodohnya saya melewatkan kesempatan itu
begitu saja, bukanya jalan dan makan bareng yang ada malah saya ketiduran
sampai malam. Dasar bedebah rasa kantuk ini. Tapi sebagai pejaka terhormat hal
kaya gini tuh bukan menjadi alasan untuk terpuruk. Sebungkus martabak manis
spesial dan segelas green tea saya antarkan ke rumahnya, juga sebagai ucapan
rasa maaf karena tidak menepati janji. Dan malam itu juga menjadi moment
pertemuan pertama kami.
Untuk pertama
kali nya saya bisa melihat sal dalam bentuk se nyata nyata, wanita yang tinggi
nya gak sampe 165 dan berat badanya tidak lebih 60 kilo itu ternyata benar
adanya. Senyum manis dan eksotis dia benar benar membuat saya meleleh, dan saat
itu saya meyakini bahwa tuhan menciptakan sal saat sedang tersenyum. Tak banyak
alasan untuk bisa mengagumi, sependek dan sebogel apapun dia tidak mengubah
cara pandang saya terhadapnya. Karena cinta "terbentuk dari komponen
“walaupun” bukan “karena”.
Dengan sal
saya ingin belajar banyak tentang kesederhanaan.Kesederhanaan-kesederhanaan
sederhana yang pada akhirnya membuat saya begitu jatuh hati. Kesederhanaan-kesederhanaan
sederhana yang nantinya membuat saya bersyukur punya pasangan seperti dia
(semoga dia beneran jadi pasangan saya). Jatuh hati dengan nya membuat saya selalu
belajar akan menghargai orang orang yang mencintai. Karena Betapa berharganya
kita yang masih memiliki orang orang yang mencintai kita. Saya membayangkan
ketika kita sudah resmi menjadi suami istri nanti, dimana di setiap pagi saya
akan selalu di hidangkan secangkir teh dari tangan bau terasi nya itu,
menikmakti makan malam berdua setelah lelah bekerja. Dan sesekali nemenin saya
bergadang hanya untuk melihat chelsea main.
Setelah
pertemuan pertama kami, awalnya biasa saja. kita melewati waktu saling chating
dan telfon. Sampai akhirnya saya berada di masa dimana dia sudah memberikan
rasa dingin terhadap saya. Saya merasa
kehilangan Sal yang saya kenal dalam dunia ini, Benar benar berubah tak seperti
sal yang saya kenal periang dan menyenangkan. Dari rasa dingin dia berimbas
menjadi jarang nya dia membalas chatiing, ahh menyebalkan bagaimana bisa dia
tiba tiba begitu. Beribu ribu pertanyaan menghampiri, apakah tidak ada kesan
saat pertama kali bertemu? atau pertemuan pertama itu mengubah cara pandangmu
terhadap saya ?.
Ya mau gimana
lagi, itu sudah menjadi hak dia koq. sebagai
Perjaka yang sholeh dan ngayomi wanita akan selalu berisikap tabah, tidak ingin
memaksakan kehendak orang lain. Saya tidak ingin memaksa sal untuk menjawab
pertanyaan pertanyaan dari benak saya. Takut di bilang cowok posesif, yang
selalu ingin tahu hal apapun darinya. lagian Cinta itu gak melulu tentang rasa
senang koq.
Sebenernya masih
banyak banget hal hal yang kepengen saya ceritakan, dan banyak juga kisah kisah
yang saya kepengen ngajak kamu untuk ikut nemenin. Tapi buat bales chat saja
kamu sudah gak pernah, hehehe. Sekali lagi saya benar benar tidak ingin
mengintervensi kamu lewat cerita ini. Tugas saya hanya berusaha mencintai kamu
dan tidak memaksa untuk di cintai, biarlah itu menjadi urusan kamu dan kuasa
gusti allah.
Terlepas dari
sikap sal yang berubah secara siginifikan terhadap saya, pasti nya banyak
faktor yang mempengaruhi perubahan itu. Entah karena kesibukan dia sebagai mahasiswa
tingkat akhir yang sedang mempersiapkan sidang skripsi nya, atau hal hal lain
yang saya tidak ingin berspekulasi menebaknya yang mana bisa saja akan
membuatnya risih dengan saya.
Saya hanya
ingin berbagi rasa atas apa yang telah kita lalui dalam perkenalan kita di
dunia maya. Dan saya memilih bercerita
di blog ini karena ada sebuah makna dalam menyampaikan sesuatu. Saya sadar saya
tidak pintar dalam bersuara, saya hanya pintar berkata kata. Jikalau pertemuan
merubah cara pandangmu terhadap saya, maka saya memilih untuk tidak mengenalmu
di dunia maya dan tidak mengenalmu dengan waktu lama di dunia maya.
Saya percaya
tiap hati pasti ada pemiliknya masing - masing. Dan seandainya pemilik hati
kamu adalah saya, kemanapun kamu pergi hati itu pasti akan berbalik ke pemilik
sejati dan Tuhan punya seribu satu cara untuk mendekatkan kita lagi. Tapi kalau
bukan milik saya? Tuhan juga punya banyak cara untuk nemuin kamu dengan yang
lain.
Dan terimakasih
telah menjadi ilusi terbaik yang saya ciptakan. Saya juga bisa menjadi bukti
kalau hati cowok tuh gak semua nya setebal baja kaya mantan mantan kamu yang
selingkuh itu. Saya tetap berharap kamu menjadi objek yang bisa saya genggam,
bukan hanya menjadi sebuah ilusi.
Oh ya, jangan
lupa kabarin saya kalau kamu mau sidang skripsi, biar saya bisa foto bareng
kamu. hehehe
Dari mas mas
jawir yang sedih kalo ngeliat orang yang suka ilang ilangan.
Mas Slamet. (MRH)
0 comments:
Post a Comment