Pukul empat pagi tadi kakiku menginjakan st. pasar senen
setelah perjalan 5 jam dari stasiun tegal. Sedih , duka , dan tangis tanpa air
mata menemani setiap langkah keluar dari stasiun. Menyedihkan bukan tangisan tanpa
air mata ? tapi semua orang tak akan pernah tau, atau bahkan tak pernah peduli dengan
kesedihanku ini. Mereka menganggap ku sama seperti orang lain , mereka tak akan
pernah tau kalau ada seseorang yang sedang berpisah setelah hatinya terjatuh
kembali pada wanita spesialnya.
Kepadamu sang pejatuh hati, mungkin saat ini akan ku
kurangi secangkir kopi dan terbiasa untuk menyeduh sepucuk rindu. Setiap waktu
rindu ini akan selalu ter engah engah, dan setiap nafasku akan selalu menjadi
rindumu. menghirup oksigen dengan menjadikanmu udara yang mengisi setiap rongga,
menghempas darah dengan namamu, yang membuat darah mengalir sehingga jantungku
tak berirama.
Kita tidak pernah benar benar lupa, hanya saja , ingatan
setuju untuk tidak menyuguhi apa saja yang tidak ingin di kenang. Aku pun tak
pernah tau dengan apa yang sudah kita lakukan di pertemuan kemarin, sebuah
komitmen atau hanya sebuah nostalgia biasa untukmu. Yang harus kau tau, apa
yang di inginkan laki laki tak lebih dari di pahami ia selalu berusaha menjadi
terbaik .
Pertemuan ini akan selalu ku ingat di setiap lamunan
rinduku. Pertemuan yang di awali dengan menunggumu dua jam, menunggumu melukis
alis. Menyebalkan bukan ? hanya untuk membuat alis melengkung seperti garis
khatulistiwa saja kau membutuhkan waktu dua jam, lalu berapa lama waktu yang
kau butuhkan untuk melupakan ku dulu hingga kita bersama kembali ?.
Ahh tak bisa terhitung waktu mungkin untuk melepaskan
semua fatamorgana tentang sketsa kita.
Lalu kita memutuskan untuk menikmati sepiring pancake di
sebuah kafe di sudut kota tegal. Kita melahap se sendok demi sesendok pancake
tersebut, se sekali kita juga menggoda mbak2 pelayan kafe yang tengah sibuk
mondar mandir menerima pesanan dari
pengunjung . kita juga sempat memfoto tangan kita yang sedang berpegangan erat
seolah olah kita pasangan terbahagia di dunia. Lalu ku upload foto itu di akun
Path ku dengan caption. “malam minggu
sendirian di kamar ? meluk bantal ? mampus aja lo jomblo. Nih gue lagi dinner sama orang yang punya
tangan ini”. Haha sombong sekali diriku, ku anggap saja ini sebagai balasan
dari mereka mereka yang selalu membully setahun belakangan ini. Mampus lo jomblo.
Malam kita selanjutnya kita teruskan dengan karoke
bersama, melepas rindu yang terbelenggu yang biasa kita lakukan dulu setiap
minggu. Indah cintaku, Separuh nafas ini
, ataupun benar benar sayang kamu sengaja tak ku mainkan seperti di setiap
karoke kita dulu. Aku hanya ingin ada suasana baru untuk kita, walaupun hati
kita bukan unutuk orang yang baru. Malam terahir dari palapa mengawali duet
pasangan gila malam itu. Satu dengan suara besar fals, yang satu dengan suara
fals tapi sok sokan bagus. “Malam ini malam terakhir bagi kita Untuk
mencurahkan rasa rindu di dada Esok aku akan pergi
lama kembali Kuharapkan agar engkau sabar menanti
Mengapa...
Mengapa hatiku berdebar-debar Seakan-akan ku ragu Untuk merelakan kepergianmu kasih
Mengapa... Mengapa hatiku berkata-kata Seakan-akan berbisik Bahwa kita tidak akan berjumpa lagi”
Mengapa... Mengapa hatiku berkata-kata Seakan-akan berbisik Bahwa kita tidak akan berjumpa lagi”
Se sekali kita juga mencoba memainkan lagu lagu barat,
thinking of loud ed shareen ataupun kuch
kuch hotahai. Kita semua terlelap dalam tawa yang bahagia, lalu akhirnya ku
sadari, untuk mencapai sukacita ini kita telah lebih dulu melewati duka itu.
Aku harap tawamu akan kembali, bersama kita cerahkan hari.
Mungkin pernah kau mendapatkan kecewa, atau seseorang telah melukai hatimu.
Berita baiknya, sekarang hari yang baru, itu semua sudah lewat. Aku disni
kembali bukan untuk membuat harimu seperti kita dulu, akan kubuat harimu
seperti kita yang baru. Dari kisah kita dulu aku belajar, baik hadirmu hingga
pergimu, itu semua menghias hidup. Dan sekarang mungkin akan kubagi
semua penghias-penghias hidupku bersamamu. Banyak perempuan yang baik, namun
kukenal satu yang paling baik. Kamu, yang datang padaku setelah mendengar apa
kata hatimu. Semoga saja kamu yang terbaik, pertanyaan kamu yang tepat untukku
akan ku pandangi diri sendiri. Kuharap dekat denganmu, membuat aku semakin
dekat dengan tuhanku.
Ku jumpai hari yang baru, tentu hari yang bukan tanpa
masalah, namun kepadamu kukatakan kabar baikmu yang semangatiku.
Sampai jumpa nanti yaa..salam rindu selalu untukmu.
MRH


0 comments:
Post a Comment