Monday, April 27, 2015

SAMPAI JUMPA NANTI

Pukul empat pagi tadi kakiku menginjakan st. pasar senen setelah perjalan 5 jam dari stasiun tegal. Sedih , duka , dan tangis tanpa air mata menemani setiap langkah keluar dari stasiun. Menyedihkan bukan tangisan tanpa air mata ? tapi semua orang tak akan pernah tau, atau bahkan tak pernah peduli dengan kesedihanku ini. Mereka menganggap ku sama seperti orang lain , mereka tak akan pernah tau kalau ada seseorang yang sedang berpisah setelah hatinya terjatuh kembali pada wanita spesialnya.

Kepadamu sang pejatuh hati, mungkin saat ini akan ku kurangi secangkir kopi dan terbiasa untuk menyeduh sepucuk rindu. Setiap waktu rindu ini akan selalu ter engah engah, dan setiap nafasku akan selalu menjadi rindumu. menghirup oksigen dengan menjadikanmu udara yang mengisi setiap rongga, menghempas darah dengan namamu, yang membuat darah mengalir sehingga jantungku tak berirama.

Kita tidak pernah benar benar lupa, hanya saja , ingatan setuju untuk tidak menyuguhi apa saja yang tidak ingin di kenang. Aku pun tak pernah tau dengan apa yang sudah kita lakukan di pertemuan kemarin, sebuah komitmen atau hanya sebuah nostalgia biasa untukmu. Yang harus kau tau, apa yang di inginkan laki laki tak lebih dari di pahami ia selalu berusaha menjadi terbaik .

Pertemuan ini akan selalu ku ingat di setiap lamunan rinduku. Pertemuan yang di awali dengan menunggumu dua jam, menunggumu melukis alis. Menyebalkan bukan ? hanya untuk membuat alis melengkung seperti garis khatulistiwa saja kau membutuhkan waktu dua jam, lalu berapa lama waktu yang kau butuhkan untuk melupakan ku dulu hingga kita bersama kembali ?.
Ahh tak bisa terhitung waktu mungkin untuk melepaskan semua fatamorgana tentang sketsa kita.

Lalu kita memutuskan untuk menikmati sepiring pancake di sebuah kafe di sudut kota tegal. Kita melahap se sendok demi sesendok pancake tersebut, se sekali kita juga menggoda mbak2 pelayan kafe yang tengah sibuk mondar mandir  menerima pesanan dari pengunjung . kita juga sempat memfoto tangan kita yang sedang berpegangan erat seolah olah kita pasangan terbahagia di dunia. Lalu ku upload foto itu di akun Path ku dengan caption. “malam minggu sendirian di kamar ? meluk bantal ? mampus aja lo jomblo.  Nih gue lagi dinner sama orang yang punya tangan ini”. Haha sombong sekali diriku, ku anggap saja ini sebagai balasan dari mereka mereka yang selalu membully  setahun belakangan ini. Mampus lo jomblo.

Malam kita selanjutnya kita teruskan dengan karoke bersama, melepas rindu yang terbelenggu yang biasa kita lakukan dulu setiap minggu.  Indah cintaku, Separuh nafas ini , ataupun benar benar sayang kamu sengaja tak ku mainkan seperti di setiap karoke kita dulu. Aku hanya ingin ada suasana baru untuk kita, walaupun hati kita bukan unutuk orang yang baru. Malam terahir dari palapa mengawali duet pasangan gila malam itu. Satu dengan suara besar fals, yang satu dengan suara fals tapi sok sokan bagus. “Malam ini malam terakhir bagi kita Untuk mencurahkan rasa rindu di dada Esok aku akan pergi lama kembali Kuharapkan agar engkau sabar menanti
Mengapa... Mengapa hatiku berdebar-debar Seakan-akan ku ragu Untuk merelakan kepergianmu kasih
Mengapa... Mengapa hatiku berkata-kata Seakan-akan berbisik Bahwa kita tidak akan berjumpa lagi
Se sekali kita juga mencoba memainkan lagu lagu barat, thinking of loud ed shareen ataupun  kuch kuch hotahai. Kita semua terlelap dalam tawa yang bahagia, lalu akhirnya ku sadari, untuk mencapai sukacita ini kita telah lebih dulu melewati duka itu.

Aku harap tawamu akan kembali, bersama kita cerahkan hari. Mungkin pernah kau mendapatkan kecewa, atau seseorang telah melukai hatimu. Berita baiknya, sekarang hari yang baru, itu semua sudah lewat. Aku disni kembali bukan untuk membuat harimu seperti kita dulu, akan kubuat harimu seperti kita yang baru. Dari kisah kita dulu aku belajar, baik hadirmu hingga pergimu, itu semua menghias hidup. Dan sekarang mungkin akan kubagi semua penghias-penghias hidupku bersamamu. Banyak perempuan yang baik, namun kukenal satu yang paling baik. Kamu, yang datang padaku setelah mendengar apa kata hatimu. Semoga saja kamu yang terbaik, pertanyaan kamu yang tepat untukku akan ku pandangi diri sendiri. Kuharap dekat denganmu, membuat aku semakin dekat dengan tuhanku.
Ku jumpai hari yang baru, tentu hari yang bukan tanpa masalah, namun kepadamu kukatakan kabar baikmu yang semangatiku.
Sampai jumpa nanti yaa..salam rindu selalu untukmu.
MRH

0 comments:

Post a Comment