Tuesday, April 28, 2015

HARI PERTAMA

Semua tampak biasa di pagi hari, dia alasanku untuk tetap semangat di hari ini. Namun  Semua rasa gundah perpisahan tak bisa ku bendung, aku menangis di sejuknya pagi Jakarta. Semoga saja tuhan tetap mengiyakan hubungan kita sampai dengan semua pengharapan kita bisa terpenuhi.

Benakku berpikir kenapa masih ada rasa gundah di setiap balasan bbm darinya. Apakah dia tak punya rasa sedikit pun kepadaku ? ataukah semua ini biasa biasa saja untuknya ? atau hanya aku saja yang terbawa perasaan. Entahlah aku masih mencoba untuk tetap berkomitmen sesuai tujuan awalku.

Aku percaya, cinta yang tulus cinta yang tak pernah memberikan sebuah tuntutan, tak pernah merasa pamrih atas semua yang telah kita perjuangkan. Hanya bermodal kepercayaan atas sebuah hal yang kita lakukan di pertemuan kemarin, aku mantap untuk tetap ikhlas memperjuangkanya. Walaupun sampai detik ini dia belum sempat menjawab pertanyaanku tentang sebuah komitmen yang dia beri  atas apa yang kita lakukan kemarin, atau hanya sebuah nostalgia semata.

Saat menulis ini aku sedang menunggu balasan bbm darinya, sebuah percakapan tentang aktifitas kita di  hari ini. Hatiku samakin berpikiran tak tentu, bukan tentang ketidakpercayaanku terhadapnya, melainkan tentang cinta yang mungkin bertepuk sebelah tangan. 
Hanya waktu mungkin yang bisa menjawab teka teki semua ini. di setiap deretan doaku selalu tetap ku selipkan harapan kepadamu. Aku percaya tuhan selalu memberi rencana indah.

Ahh sudah lah kuakhiri saja cerita ini dalam keadaan tetap menunggu balasan bbmnya.
MRH

0 comments:

Post a Comment