Semua tampak biasa di pagi hari, dia
alasanku untuk tetap semangat di hari ini. Namun Semua rasa gundah perpisahan tak bisa ku
bendung, aku menangis di sejuknya pagi Jakarta. Semoga saja tuhan tetap
mengiyakan hubungan kita sampai dengan semua pengharapan kita bisa terpenuhi.
Benakku berpikir kenapa masih ada rasa
gundah di setiap balasan bbm darinya. Apakah dia tak punya rasa sedikit pun
kepadaku ? ataukah semua ini biasa biasa saja untuknya ? atau hanya aku saja
yang terbawa perasaan. Entahlah aku masih mencoba untuk tetap berkomitmen
sesuai tujuan awalku.
Aku percaya, cinta yang tulus cinta yang
tak pernah memberikan sebuah tuntutan, tak pernah merasa pamrih atas semua yang
telah kita perjuangkan. Hanya bermodal kepercayaan atas sebuah hal yang kita
lakukan di pertemuan kemarin, aku mantap untuk tetap ikhlas memperjuangkanya.
Walaupun sampai detik ini dia belum sempat menjawab pertanyaanku tentang sebuah
komitmen yang dia beri atas apa yang
kita lakukan kemarin, atau hanya sebuah nostalgia semata.
Saat menulis ini aku sedang menunggu
balasan bbm darinya, sebuah percakapan tentang aktifitas kita di hari ini. Hatiku samakin berpikiran tak
tentu, bukan tentang ketidakpercayaanku terhadapnya, melainkan tentang cinta
yang mungkin bertepuk sebelah tangan.
Hanya waktu mungkin yang bisa menjawab teka
teki semua ini. di setiap deretan doaku selalu tetap ku selipkan harapan
kepadamu. Aku percaya tuhan selalu memberi rencana indah.
Ahh sudah lah kuakhiri saja cerita ini
dalam keadaan tetap menunggu balasan bbmnya.
MRH
0 comments:
Post a Comment