PACARAN BUKAN SEBAGAI AJANG
SENANG-SENANG SEMATA.
SENANG-SENANG SEMATA.
Gua duduk di terminal tegal sambil nengak nengok ke kanan ke kiri kaya orang linglung
Ya hari ini gua akan melakukan sebuah perjalanan lintas provinsi menggunakan bus ke BOGOR ke rumah tante gue, kira-kira perjalanan sampai sana sekitar 6-7 jam. Gua udah nyiapin pantat yang kenceng,keras, dan tidak gampang lelah.
Jam di terminal menunjukan jam 7 malam setengah jam lagi bus pun akan jalan..
Gua menahan rasa bosan di ruang tunggu bis, dengan maenan hp Coros, ya walaupun kedengaranya agak primitive masih melihara hape china tapi hape china bisa lebih canggih dari pada BB, hape china di lengkapi fitur TV yang tidak terdapat pada BB.
Di sebelah gua duduk dua orang adiwerna lagi nglemesin pinggul dan keliatanya kayak orang bersenggama, di belakang ada laki-laki pakai jeans warna ungu, mirip dengan warna helm INK mantan gua, di bangku barisan paling belakang ada dua orang sedang pacaran.
Dan mereka terlihat biasa, siapa tahu orang adiwerna itu tadi pagi neneknya habis meninggal, lelaki yang pakai celana jeans itu habis nabrak kucing, dan siapa tahu dua orang yang lagi pacaran itu habis berantem, tapi bagi orang yang melhat dari luar terlihat biasa.
Dan gua pun akan terlihat biasa di mata mereka, mereka tidak tahu kalau sudah dua minggu gua baru putus cinta . padahal di dalam tubuh yang kekar, wajah yang rupawan kaya boyband2 korea ini hatinya lagi remuk, ancur, dan menjadi sebuah butiran-butiran debu…
Tetapi orang lain akan menganggap semua ini biasa saja, karena serumit dan sekomplek masalah kita mereka akan tetap biasa saja dan terus maju ke depan karena merekapun punya kehidupan masing-masing.
Gua masih duduk di terminal dengan di temani si Coros yang memainkan lagu “Terimakasih Cinta ” Afgan, emang kalau lagi putus cinta dengerin lagu cinta rasanya kayak pengen nyium pantat kebo..
Beberapa menit kemudia tiba-tiba duduk seorang wanita setengah tua, entah kenapa dari sekian banyaknya bangku dia lebih memilih duduk di sebelah gua. Apakah daya tarik gua terlalu besar sehingga bisa menarik semua kaum-kaum hawa ?? entahlah saya pikir ini manusiawi bahwasanya wanita tua pun masih memiliki daya pikat kepada cowok yang ganteng kaya gua…
Jam ½ delapan pas pun gua masuk kedalam bis, bangku di dalam bi situ kaya bangku pesawat yang kebakaran semuanya mengelupas, walaupun ada beberapa bangku yang masih empuk kita duduki.
Apa lagi toilet ada di dalam bus, AC bisa kita mainkan sesuka kita..
gua rasa ini bisa menjadi perjalanan yang agak menyenangkan…
Namun untung tak dapat di raih malang tak dapat di tolak, orang yang dapet tempat duduk di sebelah bangku gua tidak lain tidak bukan si wanita tua itu. Gak Cuma pantat tepos tetapi gua bakal nyium bau ketek dia yang kaya bau ikan asin selama 6 jam.
Ini perjalanan menuju bogor apa duduk-duduk di pasar bojong ??
Di pun duduk agak brutal yang membuat gua agak menggeserkan badan gua ke jendela..
‘Ibu bade teng pundi bu ??’ gue mencoba memulai percakapan dengan si ibu itu..
‘hhmmm’ jawab ibu itu dengan ketus. Bagi dia mungkin gua terlihat biasa saja tanpa menyadari kalau gua lagi patah hati, mending sekarang simpati gua di benyek-benyek tanpa belas kasih.
Di sinilah gua berada.
si coros memainkan lagu “lagu urbah” steven and cocounuttrezz, duduk di atas bis menuju bogor dengan di genjet wanita tua yang bau ikan asin, bisa bisa hidung gua bisa pesek karena kebanyakan ngirup ikan asin,
‘Kulo riko bu ?? ibu kalih sinten’ gue mencoba bersikap ramah kepada wanita tua itu.
‘Murti ’ jawab dengan seenaknya. Gua ingat sebuah film documenter agar si singa agak jinak dan ramah harus di kasih makan dulu, Karena gak punya daging sapi atau ikan asin satu-satunya jalan untuk mendekati wanita tua ini dengan berpura-pura sok baik..
‘Ibu mboten angel lenggahe’ gua mencoba baik..
‘ORA..’ dengan nada keras dan menghadap ke muka gua..
Merasa garing dan kecewa gua duduk memandang ke jendela sembari melihat lampu-lampu kota..
Ada alasan kenapa gua pergi ke Bogor menggunakan bis, pertama karena di bogor gak ada bandara jadi terpaksa gua naek bus tidak memungkinkan sekali gua pergi dengan pesawat.
Kedua karena gua pengen selama berjam-jam tidak ada bacaan, kerjaan , dan memaksa gua untuk berpikir…
Ya berpikir ..
Berpikir tentang hubungan gua yang baru putus baru-baru ini.. biasanya patah hati itu satu paket dengan yang namanya air mata curhat serta tisu, lalu mengumpulkan serpihan-serpihan hati itu dan ceria seperti dulu kala..
Tapi ini beda, gua pacaran 1,5 tahun dan berhasil putus dengan sukses..
Gua tahu gua harus mencari penyebab dia menghianati cinta kita, seperti para peniliti lumpur lapindo yang sudah bertahun-tahun apa penyebab keluarnya lumpur panas itu.
Tetapi pikiran gua balik lagi ke bis, bagaimana caranya ngangkat wanita tua ini biar gua jeburin lewat jendela ??
Waktu pacaran dulu pas gua nganter dia ke Tangerang ke tempat Omnya gua pernah bilang ‘di sana ada bulan gak yah ??’ Tanya gua dengan romantis..
‘ada, nih bulanya lagi ngelus2 pipi kamu’ jawab dia sembari megang2 pipi gua..
hehe kami berdua ini sudah kayak Teuku wisnu dan Shiren sungkar pas kaya di film “cinta fitri”.
Si Coros memainkan “BBSK” punya Storia, gua langsung diam seketika…
Lagu ini mengingatkan tentang kita dulu, dimana setiap jum’at siang kita selalu meluangkan waktu kita hanya untuk ber2an di sebuah kebun teh..
Kita selalu menyanyikan lagu ini ketika kita sudah memasuki area perkebunan..
Genggam tanganku dan tetaplah di pelukku
Hanya kaulah yang ku mau arungi hari bersama
Ku kan menjagamu, kan ku hiasi hatimu
Hanya kaulah cintaku karena ku benar-benar sayang kamu
Tetapi terkadang tidak semua perjalanan menuju kebun teh itu dapat di lalui dengan nyaman.
Pertama-tamanya hanya gerimis lalu berpindah ke deres sampai-sampai sudah tidak bisa di tolerir lagi yang membuat kita harus mencari tempat untuk beteduh.
Ada sebuah gubug reot yang kiranya lumayan untuk membuat badan kita tidak kebasahan..
disinalah awal dari sebuah kisah romantic cinta ini..
Karena hujanya yang sangat besar membuat dia takut dan meluk erat gua,
Dia berkata ‘aku takut’ sembari meluk tubuh gua dengan erat.
‘kan ada aku sayang’ jawab gua seolah-olah hanya gua yang menjadi pelindung baginya.
Lalu dengan rasa sayang gua kecup kening dia ‘ I LOVE YOU’ tiga rangka kata gua ucapin,.
‘I LOVE YOU TO sayang’ jawab dia dengan senyum..
Sebuah moment yang tidah pernah akan gua lupain ..
Gua menghela napas lega,,
Di sebelah gua Murti sudah tidur dengan pulas, mulutnya agak terbuka yang membuat gua begitu menggoda untuk gua jejelin biji duren dan dia mati dengan tenang.
Sekarang sepatunya di buka, sedikit sedikit tercium bau ikan asin dengan campuran trasi murni yang mungkin akan membuat gua terkena penyakit SARS setibanya di bogor..
Gua masih melihat di kilauan lampu kota, teapi setibanya di subang banyak sekali pemandangan yang lebih mainstream, berkliaranya para gadis2 karoke pantura yang mengharapkan belaian dan rupiah dari tuan2 yang berkantong tebal atau lelaki yang kesepian.
Gue ngeliatin mkanya Mba Murti yang polos kaya bayi, bayi gorilla haha
tanpa bermaksud gua suka sama dia gua memperhatikan mukanya, tiba-tiba dia kebangun dan melihat muka gua yang lagi ngeliatin mukanya..
Dia mengkerut mungkin dia takut bakal manjadi korban kekerasan di dalam bis.
Tetapi tanpa di sadari dia malah mengajak gua curhat tujuan dia ke bogor..
2 jam pun kami bercurhat ria menggunakan bahasa kerajaan kami, seumur-umur gua baru curhat sama emak-emak bahkan dengan ibu saya sendiri saya jarang sekali mendengar curhatanya.
Setelah gua cerna curhatan mba murti dia mempunyai nasib yang sama tetapi beda alur, dia ke bogor ingin menjemput suaminya yang kabur ke bogor selama 4 tahun karena gangguan jiwa akibat kalah dalam persaingan PILKADES..
Sudah bertahun-tahun mbak murti mencari dari utara ke selatan timur ke barat, tetapi tidak ketemu dan akhirnya mba murti mengetahui suaminya di bogor setelah dia membuat pengumuman kehilangan suaminya di facebook.
Satu hal yang dapat gua jadi pelajaran dari mba murti bahwasanya menjalin sebuah cinta apalagi yang baru pacaran, gak Cuma seneng- seneng doang, tapi juga saling belajar, belajar saling peduli,perhatian,percaya, saling menerima keadaan satu sama lain. Suatu hal yang jarang kita lakuin di saat gua dan dia pacaran. Kita selalu tidak saling percaya bahkan sikap gua yang posesif yang membuat dia selingkuh dengan anak juragan emas yang seribu kali lipat jeleknya dari saya..
dapat di simpulkan “cowok egois = cewek selingkuh” tapi ini tidak semata-mata kesalahan gua, karena dia juga tidak menjaga sebuah kesetiaan .
Apa lagi dengan sikap dia yang selalu tidak ada kepedulian, tdak perhatian yang membuat sikap posesif saya muncul.
jadi pacaran tidak Cuma buat seneng-seneng tapi juga saling belajar..
seperti kisah mba murti yang suaminya gila tapi dia tetap mencarinya karena kecintaan dia terhadap suaminya..
kalau kita masih pacaran aja gak pernah saling belajar kesetiaan,kepeduliaan,saling menerima satu sama lain bagaimana nanti ketika menikah ???
pemandangan sudah jelas di BOGOR sejuknya udara di bogor pun sudah kurasa, yang kulakukan saat ini adalah melanjutkan cita-cita gua unutuk melanjutkan kuliah jurusan TEKNIK SIPIL, ya walaupun gua belum bisa ngelupain dia, seengganya gua sudah bersikap bijak untuk tidak mengingat-nya kembali.
Ya hari ini gua akan melakukan sebuah perjalanan lintas provinsi menggunakan bus ke BOGOR ke rumah tante gue, kira-kira perjalanan sampai sana sekitar 6-7 jam. Gua udah nyiapin pantat yang kenceng,keras, dan tidak gampang lelah.
Jam di terminal menunjukan jam 7 malam setengah jam lagi bus pun akan jalan..
Gua menahan rasa bosan di ruang tunggu bis, dengan maenan hp Coros, ya walaupun kedengaranya agak primitive masih melihara hape china tapi hape china bisa lebih canggih dari pada BB, hape china di lengkapi fitur TV yang tidak terdapat pada BB.
Di sebelah gua duduk dua orang adiwerna lagi nglemesin pinggul dan keliatanya kayak orang bersenggama, di belakang ada laki-laki pakai jeans warna ungu, mirip dengan warna helm INK mantan gua, di bangku barisan paling belakang ada dua orang sedang pacaran.
Dan mereka terlihat biasa, siapa tahu orang adiwerna itu tadi pagi neneknya habis meninggal, lelaki yang pakai celana jeans itu habis nabrak kucing, dan siapa tahu dua orang yang lagi pacaran itu habis berantem, tapi bagi orang yang melhat dari luar terlihat biasa.
Dan gua pun akan terlihat biasa di mata mereka, mereka tidak tahu kalau sudah dua minggu gua baru putus cinta . padahal di dalam tubuh yang kekar, wajah yang rupawan kaya boyband2 korea ini hatinya lagi remuk, ancur, dan menjadi sebuah butiran-butiran debu…
Tetapi orang lain akan menganggap semua ini biasa saja, karena serumit dan sekomplek masalah kita mereka akan tetap biasa saja dan terus maju ke depan karena merekapun punya kehidupan masing-masing.
Gua masih duduk di terminal dengan di temani si Coros yang memainkan lagu “Terimakasih Cinta ” Afgan, emang kalau lagi putus cinta dengerin lagu cinta rasanya kayak pengen nyium pantat kebo..
Beberapa menit kemudia tiba-tiba duduk seorang wanita setengah tua, entah kenapa dari sekian banyaknya bangku dia lebih memilih duduk di sebelah gua. Apakah daya tarik gua terlalu besar sehingga bisa menarik semua kaum-kaum hawa ?? entahlah saya pikir ini manusiawi bahwasanya wanita tua pun masih memiliki daya pikat kepada cowok yang ganteng kaya gua…
Jam ½ delapan pas pun gua masuk kedalam bis, bangku di dalam bi situ kaya bangku pesawat yang kebakaran semuanya mengelupas, walaupun ada beberapa bangku yang masih empuk kita duduki.
Apa lagi toilet ada di dalam bus, AC bisa kita mainkan sesuka kita..
gua rasa ini bisa menjadi perjalanan yang agak menyenangkan…
Namun untung tak dapat di raih malang tak dapat di tolak, orang yang dapet tempat duduk di sebelah bangku gua tidak lain tidak bukan si wanita tua itu. Gak Cuma pantat tepos tetapi gua bakal nyium bau ketek dia yang kaya bau ikan asin selama 6 jam.
Ini perjalanan menuju bogor apa duduk-duduk di pasar bojong ??
Di pun duduk agak brutal yang membuat gua agak menggeserkan badan gua ke jendela..
‘Ibu bade teng pundi bu ??’ gue mencoba memulai percakapan dengan si ibu itu..
‘hhmmm’ jawab ibu itu dengan ketus. Bagi dia mungkin gua terlihat biasa saja tanpa menyadari kalau gua lagi patah hati, mending sekarang simpati gua di benyek-benyek tanpa belas kasih.
Di sinilah gua berada.
si coros memainkan lagu “lagu urbah” steven and cocounuttrezz, duduk di atas bis menuju bogor dengan di genjet wanita tua yang bau ikan asin, bisa bisa hidung gua bisa pesek karena kebanyakan ngirup ikan asin,
‘Kulo riko bu ?? ibu kalih sinten’ gue mencoba bersikap ramah kepada wanita tua itu.
‘Murti ’ jawab dengan seenaknya. Gua ingat sebuah film documenter agar si singa agak jinak dan ramah harus di kasih makan dulu, Karena gak punya daging sapi atau ikan asin satu-satunya jalan untuk mendekati wanita tua ini dengan berpura-pura sok baik..
‘Ibu mboten angel lenggahe’ gua mencoba baik..
‘ORA..’ dengan nada keras dan menghadap ke muka gua..
Merasa garing dan kecewa gua duduk memandang ke jendela sembari melihat lampu-lampu kota..
Ada alasan kenapa gua pergi ke Bogor menggunakan bis, pertama karena di bogor gak ada bandara jadi terpaksa gua naek bus tidak memungkinkan sekali gua pergi dengan pesawat.
Kedua karena gua pengen selama berjam-jam tidak ada bacaan, kerjaan , dan memaksa gua untuk berpikir…
Ya berpikir ..
Berpikir tentang hubungan gua yang baru putus baru-baru ini.. biasanya patah hati itu satu paket dengan yang namanya air mata curhat serta tisu, lalu mengumpulkan serpihan-serpihan hati itu dan ceria seperti dulu kala..
Tapi ini beda, gua pacaran 1,5 tahun dan berhasil putus dengan sukses..
Gua tahu gua harus mencari penyebab dia menghianati cinta kita, seperti para peniliti lumpur lapindo yang sudah bertahun-tahun apa penyebab keluarnya lumpur panas itu.
Tetapi pikiran gua balik lagi ke bis, bagaimana caranya ngangkat wanita tua ini biar gua jeburin lewat jendela ??
Waktu pacaran dulu pas gua nganter dia ke Tangerang ke tempat Omnya gua pernah bilang ‘di sana ada bulan gak yah ??’ Tanya gua dengan romantis..
‘ada, nih bulanya lagi ngelus2 pipi kamu’ jawab dia sembari megang2 pipi gua..
hehe kami berdua ini sudah kayak Teuku wisnu dan Shiren sungkar pas kaya di film “cinta fitri”.
Si Coros memainkan “BBSK” punya Storia, gua langsung diam seketika…
Lagu ini mengingatkan tentang kita dulu, dimana setiap jum’at siang kita selalu meluangkan waktu kita hanya untuk ber2an di sebuah kebun teh..
Kita selalu menyanyikan lagu ini ketika kita sudah memasuki area perkebunan..
Genggam tanganku dan tetaplah di pelukku
Hanya kaulah yang ku mau arungi hari bersama
Ku kan menjagamu, kan ku hiasi hatimu
Hanya kaulah cintaku karena ku benar-benar sayang kamu
Tetapi terkadang tidak semua perjalanan menuju kebun teh itu dapat di lalui dengan nyaman.
Pertama-tamanya hanya gerimis lalu berpindah ke deres sampai-sampai sudah tidak bisa di tolerir lagi yang membuat kita harus mencari tempat untuk beteduh.
Ada sebuah gubug reot yang kiranya lumayan untuk membuat badan kita tidak kebasahan..
disinalah awal dari sebuah kisah romantic cinta ini..
Karena hujanya yang sangat besar membuat dia takut dan meluk erat gua,
Dia berkata ‘aku takut’ sembari meluk tubuh gua dengan erat.
‘kan ada aku sayang’ jawab gua seolah-olah hanya gua yang menjadi pelindung baginya.
Lalu dengan rasa sayang gua kecup kening dia ‘ I LOVE YOU’ tiga rangka kata gua ucapin,.
‘I LOVE YOU TO sayang’ jawab dia dengan senyum..
Sebuah moment yang tidah pernah akan gua lupain ..
Gua menghela napas lega,,
Di sebelah gua Murti sudah tidur dengan pulas, mulutnya agak terbuka yang membuat gua begitu menggoda untuk gua jejelin biji duren dan dia mati dengan tenang.
Sekarang sepatunya di buka, sedikit sedikit tercium bau ikan asin dengan campuran trasi murni yang mungkin akan membuat gua terkena penyakit SARS setibanya di bogor..
Gua masih melihat di kilauan lampu kota, teapi setibanya di subang banyak sekali pemandangan yang lebih mainstream, berkliaranya para gadis2 karoke pantura yang mengharapkan belaian dan rupiah dari tuan2 yang berkantong tebal atau lelaki yang kesepian.
Gue ngeliatin mkanya Mba Murti yang polos kaya bayi, bayi gorilla haha
tanpa bermaksud gua suka sama dia gua memperhatikan mukanya, tiba-tiba dia kebangun dan melihat muka gua yang lagi ngeliatin mukanya..
Dia mengkerut mungkin dia takut bakal manjadi korban kekerasan di dalam bis.
Tetapi tanpa di sadari dia malah mengajak gua curhat tujuan dia ke bogor..
2 jam pun kami bercurhat ria menggunakan bahasa kerajaan kami, seumur-umur gua baru curhat sama emak-emak bahkan dengan ibu saya sendiri saya jarang sekali mendengar curhatanya.
Setelah gua cerna curhatan mba murti dia mempunyai nasib yang sama tetapi beda alur, dia ke bogor ingin menjemput suaminya yang kabur ke bogor selama 4 tahun karena gangguan jiwa akibat kalah dalam persaingan PILKADES..
Sudah bertahun-tahun mbak murti mencari dari utara ke selatan timur ke barat, tetapi tidak ketemu dan akhirnya mba murti mengetahui suaminya di bogor setelah dia membuat pengumuman kehilangan suaminya di facebook.
Satu hal yang dapat gua jadi pelajaran dari mba murti bahwasanya menjalin sebuah cinta apalagi yang baru pacaran, gak Cuma seneng- seneng doang, tapi juga saling belajar, belajar saling peduli,perhatian,percaya, saling menerima keadaan satu sama lain. Suatu hal yang jarang kita lakuin di saat gua dan dia pacaran. Kita selalu tidak saling percaya bahkan sikap gua yang posesif yang membuat dia selingkuh dengan anak juragan emas yang seribu kali lipat jeleknya dari saya..
dapat di simpulkan “cowok egois = cewek selingkuh” tapi ini tidak semata-mata kesalahan gua, karena dia juga tidak menjaga sebuah kesetiaan .
Apa lagi dengan sikap dia yang selalu tidak ada kepedulian, tdak perhatian yang membuat sikap posesif saya muncul.
jadi pacaran tidak Cuma buat seneng-seneng tapi juga saling belajar..
seperti kisah mba murti yang suaminya gila tapi dia tetap mencarinya karena kecintaan dia terhadap suaminya..
kalau kita masih pacaran aja gak pernah saling belajar kesetiaan,kepeduliaan,saling menerima satu sama lain bagaimana nanti ketika menikah ???
pemandangan sudah jelas di BOGOR sejuknya udara di bogor pun sudah kurasa, yang kulakukan saat ini adalah melanjutkan cita-cita gua unutuk melanjutkan kuliah jurusan TEKNIK SIPIL, ya walaupun gua belum bisa ngelupain dia, seengganya gua sudah bersikap bijak untuk tidak mengingat-nya kembali.
Riko hidayat , 13 Juli 2013
0 comments:
Post a Comment