FASE
Akan tiba saatnya seseorang laki-laki mengalami ‘Fase Pasca Pacaran’. Fase di mana seseorang mengalami kebosanan dalam hubungan ‘Asmara Pra Nikah’. Kebosanan yang menenggelamkannya pada titik jenuh. Jenuh terhadap segala hal yang berkaitan dengan lawan jinis .Pada saat itu lah, dia tak lagi mudah tergoda oleh pesona sosok ‘Jinak-Jinak Merpati’ yang mengelilinginya. Tak ada lagi keinginan tuk menjalin komunikasi lebih dari sebatas teman, atau paling pol sebagai sahabat. Padahal di saat itu tak sedikit ‘makhluk jelita’ yang mendekatinya, bahkan menaruh harapan lebih padanya.
Yang dia inginkan saat itu adalah ketenangan. Tenang dengan diri sendiri yang leluasa dengan para sahabat tanpa terkekang oleh orang lain, leluasa mengekspresikan diri tanpa interogasi ‘orang lain’ yang perhatiannya terasa berlebihan, leluasa menjalani activitas tanpa ada rutinitas ‘laporan harian’..
Meskipun terkadang ketika hanyut dalam kesendirian, dia akan tertawa sambil menangis. Tertawa, menertawakan diri sendiri yang pernah hanyut dalam buaian asmara tak halal. Menangis, menangisi diri sendiri yang telah menyia-nyiakan waktu demi ‘orang lain’ yang belum tentu menjadi pendamping hidupnya.
Dan pada saat dia benar-benar merdeka dari ‘hubungan semu’ yang melenakan, dia akan menemukan cinta dalam suasana lain. Cinta yang lebih istimewa dari pada yang pernah dia jalin di masa lalu. Cinta yang tak membebani satu sama lain, tak saling membatasi, tak saling menuntut, tak saling mengekang, tak saling mengumbar janji..
Yaitu cinta yang tak dia ketahui kapan datangnya. Cinta Dalam Denyutan, bukan Cinta Dalam Debaran. Yaitu ‘Tresno Jalaran Seko Kulino’, bukan ‘Cinta Pandangan Pertama’.. Cinta yang penuh suasana persahabatan, penuh nuansa kekeluargaan, yang In-syaa'aLLôh akan berlanjut ke pelaminan..
"Riko hidayat"
0 comments:
Post a Comment