Sunday, March 15, 2020

SURAT DARI PEMBACA (TAKUT NEMBAK TAKUT DITOLAK)


Tanya

Hai Bang Kumis yang Rupawan. Perkenalkan nama saya Ramadhan, tinggal di kota Jakarta, usia 20 tahun, belum menikah, dan siap menikahi wanita mana pun yang mau.

Begini, sudah sejak lama saya ingin curhat di Kodok Kumis. Berkali-kali saya mencoba menulis surat, tapi selalu urung terkirim karena malu dan juga biasanya saran dari Bang Kumis bukannya menyelesaikan masalah, malah tambah bikin pusing.

Langsung aja ya. Di usia emas bagi pemain sepakbola ini, saya belum pernah merasakan nembak cewek seringnya saya di tembak. Kalo jatuh cinta sih sering ya …. Tapi ya itu, saya terlalu takut untuk mengungkapkan, karena memiliki perasaan takut ditolak.

Walaupun saya memiliki paras yang lumayan, ditunjang dengan body yang proporsional, tetapi saat berhadapan dengan wanita saya selalu “ciut”. Sudilah kiranya Abang berbagi tips agar saya bisa percaya diri, tidak takut untuk mengungkapkan perasaan pada yang saya taksir.

Segitu saja surat dari saya. Semoga mendapat jawaban yang memuaskan ….

Jawab

Dear Ramadhan yang mentalnya tak setangguh namanya ….

Begini mas Ramadhan yang mentalnya tak setangguh namanya. kamu pengin pacaran, tapi malu dan takut ditolak. Ha ngimpiiii… Itu sama seperti kamu pengin kenyang tapi nggak mau makan. Pengin tampil setil dan klimis tapi nggak mau jungkatan. Pengin pinter tapi nggak pernah mau baca buku.

Mas Ramadhan, camkan ini: “Bila kau berani jatuh cinta, kau juga harus berani cintamu jatuh”. Itu quote yang berkali-kali saya pakai , tapi saya tak pernah bosan untuk menggunakannya. Karena apa? Ya karena saya selalu mendapat curhatan macam begini dari manusia-manusia macam kamu ini.

Mas Ramadhan, Lelaki itu menang nembak, dan perempuan itu menang nolak. Itu sudah rule-nya. Kecuali kalau kamu memang cukup mempesona, kaya raya dan flamboyan sehingga sampai ada perempuan yang terkintil-kintil dan rela dengan apapun. Namun jika hal itu masih mustahil bagi kamu, ya mau nggak mau, kamu harus memberanikan diri untuk nembak. Bukankah katanya kamu punya paras tampan, punya body yang menunjang?

Mas Ramadhan, saya kasih tahu, saya ini nggak punya paras yang lumayan seperti kamu (jujur, saya masih ragu dengan pengakuan kamu), tapi puji Tuhan, saya punya mental yang lumayan. Saya berani nembak perempuan yang saya suka pertama kali di usia yang ke limabelas, lebih tepatnya pas saat saya SMP. Jawabannya sudah barang tentu kamu dan segenap pembaca tahu: Ditolak (pake “mentah-mentah”). Sedari awal, saya memang sudah memperkirakan itu. Sebab, tujuan saya nembak memang bukan sekadar agar diterima, namun juga sebagai pengalaman. Sakit? ya sakit pasti, namanya juga ditolak.

Nah, pengalaman berikutnya malah lebih memprihatinkan. Saya ditolak bahkan sebelum saya sempat nembak. Pengalaman-pengalaman menyakitkan itulah yang kelak kemudian sedikit banyak membuat saya belajar, bagaimana cara mendekati perempuan. Sungguh, pengalaman adalah guru yang baik. Sudah baik, nggak pernah nagih uang SPP juga.

Pengalaman-pengalaman itu saya percaya sebagai pembawa hal baik. Dan waktu memang membuktikan, setelah berkali-kali ditolak, toh saya akhirnya bisa punya pacar juga. Saya menembak perempuan berkali-kali. Ditolak berkali-kali. Dan tentu, semuanya dimulai dari berani nembak, dan berani ditolak.

Nah, saran saya. Mulai sekarang, cobalah untuk lebih berani. Ingat, orang berani adalah orang yang takut, sebab keberanian memang muncul akibat kemenangan atas ketakutan. Nah, bagaimana caranya agar tidak takut ditolak? Yakinkan diri kamu bahwa setiap lelaki punya daya tariknya masing-masing. Daya tarik yang hanya dimiliki lelaki tertentu dan hanya manjur untuk menarik perempuan tertentu. Dan untuk mengetahui siapakah wanita tertentu itu, caranya hanya satu: gambling.

Layaknya dadu, untuk mendapatkan angka 3, kamu terkadang harus melemparkannya berkali-kali dahulu. Terkadang, ada penjudi yang di lemparan pertama langsung mendapatkan angka 3, tapi kebanyakan penjudi mendapatkannya setelah lemparan yang kesekian kalinya.

So, mulailah melempar dadu kamu. Mulailah menembak. Mulailah belajar mengungkapkan perasaan. Jangan diniatkan untuk diterima, niatkan lah untuk cari pengalaman. Kalau ndilalah nanti diterima, ya sukur, itu bonus, bonus karena kamu mendapatkan angka 3 di lemparan yang pertama. Kalaupun nanti ditolak, itu juga bonus, sebab kamu mendapat dua pengalaman: pengalaman nembak, dan pengalaman ditolak.

Aduuuh, dunia kok indah betul ya. Sudah ya mas Ramadhan, Saya mau ke rumah Anisa dulu, mau nemenin dia beli lipstik sama bedak.

0 comments:

Post a Comment