Tanya
Hai Bang Kumis yang Rupawan.
Perkenalkan nama saya Ramadhan, tinggal di kota Jakarta, usia 20 tahun, belum
menikah, dan siap menikahi wanita mana pun yang mau.
Begini, sudah sejak lama saya
ingin curhat di Kodok Kumis. Berkali-kali saya mencoba menulis surat, tapi
selalu urung terkirim karena malu dan juga biasanya saran dari Bang Kumis
bukannya menyelesaikan masalah, malah tambah bikin pusing.
Langsung aja ya. Di usia emas
bagi pemain sepakbola ini, saya belum pernah merasakan nembak cewek seringnya
saya di tembak. Kalo jatuh cinta sih sering ya …. Tapi ya itu, saya terlalu takut
untuk mengungkapkan, karena memiliki perasaan takut ditolak.
Walaupun saya memiliki paras
yang lumayan, ditunjang dengan body yang proporsional, tetapi saat berhadapan
dengan wanita saya selalu “ciut”. Sudilah kiranya Abang berbagi tips agar saya
bisa percaya diri, tidak takut untuk mengungkapkan perasaan pada yang saya
taksir.
Segitu saja surat dari saya.
Semoga mendapat jawaban yang memuaskan ….
Jawab
Dear Ramadhan yang mentalnya
tak setangguh namanya ….
Begini mas Ramadhan yang
mentalnya tak setangguh namanya. kamu pengin pacaran, tapi malu dan takut
ditolak. Ha ngimpiiii… Itu sama seperti kamu pengin kenyang tapi nggak mau
makan. Pengin tampil setil dan klimis tapi nggak mau jungkatan. Pengin pinter
tapi nggak pernah mau baca buku.
Mas Ramadhan, camkan ini:
“Bila kau berani jatuh cinta, kau juga harus berani cintamu jatuh”. Itu quote
yang berkali-kali saya pakai , tapi saya tak pernah bosan untuk menggunakannya.
Karena apa? Ya karena saya selalu mendapat curhatan macam begini dari
manusia-manusia macam kamu ini.
Mas Ramadhan, Lelaki itu
menang nembak, dan perempuan itu menang nolak. Itu sudah rule-nya. Kecuali
kalau kamu memang cukup mempesona, kaya raya dan flamboyan sehingga sampai ada
perempuan yang terkintil-kintil dan rela dengan apapun. Namun jika hal itu masih
mustahil bagi kamu, ya mau nggak mau, kamu harus memberanikan diri untuk
nembak. Bukankah katanya kamu punya paras tampan, punya body yang menunjang?
Mas Ramadhan, saya kasih tahu,
saya ini nggak punya paras yang lumayan seperti kamu (jujur, saya masih ragu
dengan pengakuan kamu), tapi puji Tuhan, saya punya mental yang lumayan. Saya
berani nembak perempuan yang saya suka pertama kali di usia yang ke limabelas, lebih
tepatnya pas saat saya SMP. Jawabannya sudah barang tentu kamu dan segenap
pembaca tahu: Ditolak (pake “mentah-mentah”). Sedari awal, saya memang sudah
memperkirakan itu. Sebab, tujuan saya nembak memang bukan sekadar agar
diterima, namun juga sebagai pengalaman. Sakit? ya sakit pasti, namanya juga
ditolak.
Nah, pengalaman berikutnya
malah lebih memprihatinkan. Saya ditolak bahkan sebelum saya sempat nembak. Pengalaman-pengalaman
menyakitkan itulah yang kelak kemudian sedikit banyak membuat saya belajar,
bagaimana cara mendekati perempuan. Sungguh, pengalaman adalah guru yang baik.
Sudah baik, nggak pernah nagih uang SPP juga.
Pengalaman-pengalaman itu saya
percaya sebagai pembawa hal baik. Dan waktu memang membuktikan, setelah
berkali-kali ditolak, toh saya akhirnya bisa punya pacar juga. Saya menembak perempuan
berkali-kali. Ditolak berkali-kali. Dan tentu, semuanya dimulai dari berani
nembak, dan berani ditolak.
Nah, saran saya. Mulai
sekarang, cobalah untuk lebih berani. Ingat, orang berani adalah orang yang
takut, sebab keberanian memang muncul akibat kemenangan atas ketakutan. Nah,
bagaimana caranya agar tidak takut ditolak? Yakinkan diri kamu bahwa setiap
lelaki punya daya tariknya masing-masing. Daya tarik yang hanya dimiliki lelaki
tertentu dan hanya manjur untuk menarik perempuan tertentu. Dan untuk
mengetahui siapakah wanita tertentu itu, caranya hanya satu: gambling.
Layaknya dadu, untuk
mendapatkan angka 3, kamu terkadang harus melemparkannya berkali-kali dahulu.
Terkadang, ada penjudi yang di lemparan pertama langsung mendapatkan angka 3,
tapi kebanyakan penjudi mendapatkannya setelah lemparan yang kesekian kalinya.
So, mulailah melempar dadu kamu.
Mulailah menembak. Mulailah belajar mengungkapkan perasaan. Jangan diniatkan
untuk diterima, niatkan lah untuk cari pengalaman. Kalau ndilalah nanti
diterima, ya sukur, itu bonus, bonus karena kamu mendapatkan angka 3 di
lemparan yang pertama. Kalaupun nanti ditolak, itu juga bonus, sebab kamu
mendapat dua pengalaman: pengalaman nembak, dan pengalaman ditolak.
Aduuuh, dunia kok indah betul
ya. Sudah ya mas Ramadhan, Saya mau ke rumah Anisa dulu, mau nemenin dia beli lipstik
sama bedak.
0 comments:
Post a Comment