Perempuan tanpa nama akan selalu pergi berlalu tanpa kita
bisa bertukar nama. Perempuan tanpa nama terjadi sangat sederhana, mereka
tercipta hanya karena ketidakberanian kita untuk mengenal lebih jauh. Dan pada
akhirnya semua akan berujung pada penyesalan dan menjadi sebuah materi
penghayal sebelum tidur.
Perempuan tanpa nama pertama gue , gue temui di sebuah kedai
kopi di daerah kuningan jakarta. Perempuan tersebut duduk di sudut kafe dengan
secangkir caramel machitao. Kerudung pasmina, jidat jenong, mata sipit di
tambah senyum satu jari yang membuat hati gue meleleh.
Hujan deras kala itu menambah ramai suasana kafe. Ruangan
kafe telah terisi penuh oleh beberapa orang berseragam yang sama. Bercelana
bahan, berdasi dan tas. Nampaknya semua orang di kafe ini mempunyai tujuan sama,
menunggu hujan reda. Begitupun dengan si perempuan tanpa nama itu.
Dari speaker sudut ruangan terdengan suara Chris martin
vokalis Coldplay menyanyikan lagu fix you. Lagu yang hampir pasti di putar oleh
semua kafe kala itu. Lagu ini konon di ciptakan untuk kekasih chirs martin
Gwyneth Paltrow Yang sedang berduka kala di tinggal sang ayahanda selama
lamanya.
Perempuan tanpa nama itu seperti mempunyai kekuatan
magic yang membuat gue begitu terpesona.
Jidat jenongnya seolah – olah bisa berubah menjadi LCD yang menampilkan kalimat
“tatap jidat saya” sehingga membuat semua orang terhipnotis.
Sesekali dia bercermin hanya sekedar untuk memastikan bahwa
lukisan alisnya benar benar simetris.
Ketika bibirnya menyruput kopi, seolah dunia diam dan gue
sebagai orang yang memastikan bahwa semua orang di dunia ini mendengarkan suara
Sruuuuput dari nya.
Hujan nampaknya sedikit reda, beberapa orang berseragam sedikit
demi sedikit meninggalkan kafe untuk melanjutkan perjalan mereka. Tapi tidak
dengan perempuan itu, dia masih saja melihat lihat handphone sembari merapikan
krudung yang sedikit bergeser karena kencangnya angin kala itu.
Dia masih menjadi alasan gue untuk tetap di kafe ini,
handphone gue seolah olah berkata untuk segera mengabadikan dia sebelum pergi.
Setidaknya sedikit mengobati rasa takut karena tidak bisa memberanikan diri
berkenalan.
Tetapi entah kenapa gue menyisipkan sebuah frasa mungkin dan
mungkin. Mungkin gue gak layak untuk berkenalan dengan perempuan itu, mungkin
gue gak punya keberanian besar menghampirinya untuk sekedar say hallo atau
menanyakan nama. Atau mungkin saja gue memang hanya sanggup mengagumi dari
kejauhan. Dan saat ini pula gue merasa seperti menjadi lelaki paling lemah. Bahkan
Benak gue soelah olah menyalahkan keadaan. Dan berkata seandainya semesta mempertemukan
kami di tempat yang terbaik yang bisa memuluskan gue dan perempuan itu menjadi
kita.
Tapi bukankah cinta itu random. Kadang di tempat terbaik sekalipun kita
tidak bisa menemukanya, sedangkan di tempat yang tak terduga kita
bisa menemukanya.
gue memilih pasrah, menyerah, merelakannya kepada waktu dan
semesta. Lebih terutamanya lagi, gue gak berani untuk mendekati dan mencari
jawaban ini perasaan suka apa hanya penasaran semata.
Hal paling menyedihkan dari jatuh cinta diam diam, kita akan
selalu menjadi penjudi harap.gue akan selalu berharap di waktu yang akan datang
gue bisa bertemu kembali dengan perempuan tanpa nama itu untuk bisa
memberanikan diri berkenalan dengannya. namun karena ini sebuah perjudian gue
juga harus menerima sebuah resiko kalau hal itu tidak akan pernah terjadi.
Untuk saat ini dia adalah seseorang yang gue kagumi, yangmana
diantara kami tidak pernah saling mengenal. Sedangkan gue, seseorang yang
terlalu berani berdiri dan memperhatikan dirinya tanpa sedikit pun membuka diri
siapa yang selalu ada dibelakangnya yang mendoakannya, menyemangatinya, dan
mencintainya. Seseorang yang tidak akan pernah melangkah maju keluar dari dalam
bayangannya sendiri untuk meraih cinta yang ia kagumi.
Beberapa saat kemudian Dia berjalan keluar kafe lalu berdiri
di trotoar depan kafe.Wajahnya menengok ke kiri dan kanan sepeti sedang mencari
seseorang. Tak lama kemudian sebuah mobil Mercedes berhenti tepat di depannya. Dari
balik jendela kafe tempat gue duduk terlihat sosok pria menghampiri dan
menciumnya.
Brengsek !!
MRH.
0 comments:
Post a Comment