Baper , sifat manusiawi yang di miliki setiap manusia
(jomblo) yang sudah lama rindu akan belaian cinta.
Biasanya baper timbul apabila terjadi sebuah gesekan
harapan hati antara dua pasangan manusia tanpa sebuah ikatan tetapi gesekan itu
hanya membekas pada salah satunya saja.
Jujur gue trauma banget dengan yang namanya baper, entah
kenapa setiap gue deket dengan cewek semua berakhiran dengan baper. antara gue yang emang udah ngebet banget
kepengen punya pacar apa gue yang terlalu dini menciptakan sebuah kenyamanan di
dalam hubungan yang baru gue bangun tersebut. belum lagi baper di ajak ketemuan sama mantan. ini
persoalan yang gue hadapin beberapa bulan kemarin ,kita menjalani hari dimana
layaknya sebuah hubungan percintaan, penuh dengan nostalgia , keluh kesah satu
sama lain hingga kita benar benar merasa seperti sepasang kekasih kembali. Tapi
endingnya dia membeku dalam sebuah kepastian, dia sudah tidak bisa memberi hati
kepada gue lagi dengan keadaan hati gue yang sudah terlalu dalam tepelosok di
lubang pengharapan cinta.
Dari beberapa kejadian itu akhirnya membuat gue berfikir
untuk tidak terlalu berprasangka cinta kepada setiap orang yang gue suka. Gue takut
apabila gue kebawa dalam arus kebaperan yang akan membuat kesempatan gue
mendapatkan orang yang gue suka menjadi pupus.
Gue menjadi pribadi yang berpura pura apatis dalam hal
cinta semata mata hanya ingin memastikan saja kalau perasaan gue tidak bertolak
dengan wanita yang gue suka.
Kepuraan menjadi seorang apatis cinta gue tutupin menjadi
seorang comedian social media. Emang basicnya gue seorang comedian sih, gue
tergabung dalam komunitas stand up comedi tangerang.
Dari social media path,twitter,instagram semua hal
tentang keresahan hidup gue ungkapin dengan komedi. Gue kepengan dengan apa
yang gue resahkan di social media lewat tulisan komedi bisa membuat semua orang
terhibur dan bahagia. Mulia sekali kan hati gue ? membahagiakan orang banyak
tapi hati gue sendiri gak pernah bahagia. Bulshit.
Di dalam konsep kebahagian seseorang, cinta kepada
pasangan lawan jenis masih di daftar urutan teratas setelah kebahagian dari
orang tua, dan tentunya sahabat . Makanya tak bisa di pungkiri gue sangat ingin
juga mendapat kebahagian dari cinta (pacaran).
Mungkin saat ini gue hanya harus menghilangkan rasa takut
akan baper kepada setiap orang yang gue suka, gue harus berani melangkah ke
arah pengharapan cinta yang pasti.
Berpura – pura apatis dengan cinta hanya membuat gue
semakin jauh dengan cinta, kalau pun cinta akan bertepuk sebelah tangan, ingat
perjuangan cinta akan membuat semua tangan cinta itu akan bertepuk.
MRH (orang yang lagi takut kena baper )
0 comments:
Post a Comment